Arsip

Posts Tagged ‘Tips’

6 Kiat Presentasi Efektif dengan PowerPoint

Maret 28, 2008 2 komentar

Jakarta – Presentasi dengan aplikasi PowerPoint sudah jadi bagian penting dalam kehidupan sebagian pebisnis atau mahasiswa.

Dikutip detikINET dari TechRepublic, Jumat (28/3/2008), berikut tips & trick presentasi efektif dengan PowerPoint agar audiens Anda tertarik menyimak sampai acara berakhir.

1. Pakai Kalimat Sederhana

Aplikasi PowerPoint bukanlah aplikasi pengolah kata layaknya Microsoft Word. Untuk itu, pakai kalimat yang jelas dan seperlunya saja. Jangan pula menjejalkan terlalu banyak informasi dalam satu slide PowerPoint karena audiens mungkin akan kebingungan.

2. Gambar Bermakna Ribuan Kata

Pakai gambar atau ilustrasi yang benar-benar menarik di PowerPoint untuk menjelaskan presentasi Anda sehingga audiens mau menyimak dan mudah memahaminya. Namun jangan sampai pula resolusi gambar Anda pecah sehingga tampak menganggu.

3. Kuasai Topik Presentasi Secara Detail

Seringkali presentasi PowerPoint didesain secara cukup kompleks dalam banyak slide. Jangan sampai Anda gagap menjelaskan detail sekecil apapun dalam presentasi. Persiapkan diri dengan baik untuk membuat presentasi PowerPoint yang berkesan dan diterima audiens.

4. Berceritalah Saat Presentasi

Jangan hanya membacakan poin presentasi Anda secara monoton. Berceritalah! Ilustrasikan konten di PowerPoint Anda, misalnya dengan pengalaman hidup sehari-hari sehingga audiens dapat mencerna maksudnya dengan baik.

5. Konten Dalam Presentasi Sangat Penting

Pastikan konten yang Anda masukkan dalam presentasi PowerPoint Anda memang berguna bagi audiens. Jangan pula terlalu banyak menggunakan animasi atau efek-efek khusus karena selain bisa membosankan, hal ini bahkan bisa mengakibatkan presentasi Anda dianggap tidak serius.

6. Hargai Audiens Anda

Buat desain PowerPoint yang terlihat jelas, baik gambar maupun tulisannya. Pastikan kontras warna benar-benar tepat sehingga tidak menyakiti mata mereka yang melihatnya. Pastikan pula seluruh audiens dapat melihat konten dengan baik, meskipun mereka berada di jajaran paling belakang.

from detikinet.com

Iklan

5 Tips for Managing Scope…

Why does a customer change their requirements frequently? Simply because your project scope is fixed for a period of time, yet your customers business is constantly changing. And the bad news is that the longer your project is, the more likely it is that your customer will want to change their requirements. So how do you manage this?

Tip 1: Set it in Concrete

Sounds simple, but the first step is to define the scope of the project in depth. It sounds easy-but what really is the scope of the project?

We define scope as “the complete set of deliverables that you need to produce for your customer”. This means that by defining your project deliverables in depth, you’re actually defining your project scope in depth at the same time!

Tip 2: Plan it Out

When you create your project plan, don’t just list the “activities” that need to be undertaken to complete the project. Instead, group all of the activities in your plan under the relevant deliverables, so that you can see which activities contribute to the completion of each deliverable in your project.

And of course, once each set of activities are finished, you can mark the corresponding deliverable as 100% complete. In this way, you’ll be able to keep an eye on the status of each deliverable and therefore monitor the progress of your project, against the agreed scope.

Tip 3: Monitor Quality

Yes it’s important that you complete all of the deliverables listed in you project plan, however it’s also important that these deliverables meet your customers expectations. These expectations are called “quality targets” and they describe how the deliverables will function or perform.

And to meet these quality targets, you’ll need to put in place “quality controls”, which are checks to ensure that the deliverable is going to “do what it’s supposed to do”. Only then, can you rest assured that the project is going to be signed off by the customer.

Tip 4: Manage Changes

This is possibly the most valuable tip. Every time your customer changes their requirements, make sure that you document their change request and then review the impact of that change, on your project deliverables. If the change is going to impact on your ability to deliver the project on time, within budget and to spec, then get the customer to sign off the change. Then hound them for more money, time or people, or whatever it is that you will need to implement the change effectively.

Tip 5: Report Everything

And lastly, report on any changes that have happened and their effect on the project. This will ensure that if you pass your project deadline, you can show that it was the change requests that caused it. Your customer will be more understanding (as they probably requested the changes in the first place) and your team won’t go into “crises mode” as most teams do when they are officially ‘late’.

So by defining the scope at the outset and setting out your deliverables in your plan, and then monitoring quality and changes, you can manage the scope of your project in a formal, controlled fashion, that’s acceptable to your customer.

Kategori:Artikel, Tips Tag:

9 teknik untuk berhenti berpikir negatif

Untuk sebagian besar dari kita, berpikir negatif mungkin sudah menjadi bagian dari diri. Ketika hal-hal tidak sesuai rencana, kita dengan mudah merasa depresi dan tidak bisa melihat sisi baik dari kejadian tersebut.

 

Berpikiran negatif tidak membawa kemana-mana, kecuali membuat perasaan tambah buruk, yang lalu akan berakibat performa kita mengecewakan. Hal ini bisa menjadi lingkaran yang tidak berujung.

Jessica Padykula menyarankan sembilan teknik untuk mencegah dan mengatasi pikiran negatif yang adalah sebagai berikut:

1. Hidup di saat ini.

Memikirkan masa lalu atau masa depan adalah hal yang sering membuat kita cemas. Jarang sekali kita panik karena kejadian masa sekarang. Jika Anda menemukan pikiran anda terkukung dalam apa yang telah terjadi atau apa yang belum terjadi, ingatlah bahwa hanya masa kini yang dapat kita kontrol.

 

2. Katakan hal positif pada diri sendiri

Katakan pada diri Anda bahwa Anda kuat, Anda mampu. Ucapkan hal tersebut terus-menerus, kapanpun. Terutama, mulailah hari dengan mengatakan hal positif tentang diri sendiri dan hari itu, tidak peduli jika hari itu Anda harus mengambil keputusan sulit ataupun Anda tidak mempercayai apa yang telah Anda katakan pada diri Baca selanjutnya…

Kategori:Artikel, Tips Tag:,

Memberdayakan Pencarian di Google

Februari 29, 2008 10 komentar

Oleh Amir Sodikin

Tak semua orang yang melek internet mengerti harus bagaimana untuk mendapatkan informasi, data, atau lagu dari internet. Dia tahu, googling atau mencari dengan enjin Google merupakan cara bertanya, tetapi sering kali gagal. Itu semua karena satu hal: meremehkan Google tak mengerti bahasa kita.

Popularitas Google sebagai mesin pencari hampir sama dengan internet sendiri. Tampilan sederhana dan algoritma perhitungan yang canggih membuat Google banyak disukai dibandingkan dengan pesaingnya, Yahoo.

Pencarian sering lama dan membuang waktu karena kata kunci yang diberikan terlalu sedikit, misalnya: ”iwan fals”. Padahal, yang diinginkan download lagu MP3 dari Iwan Fals.

Makin banyak kata yang dimasukkan, seperti: ”iwan fals download mp3” (tanpa tanda kutip) barulah lagu yang diinginkan bermunculan. Semakin banyak dan makin spesifik informasi yang kita masukkan, makin cepat menemukan yang dicari.

Cara pencarian dengan memasukkan banyak kata yang kemungkinan ada di dalam dokumen merupakan ”cara bodoh” paling mudah jika kita tak ingin menghafal ”rumus” tertentu.

Jika ingin cara yang lebih cepat, bisa menggunakan ”rumus” tertentu. Untuk pencarian MP3, misalnya, ada banyak cara, salah satunya seperti ”iwan fals site:multiply.com/music”, berarti hanya mencari lagu Iwan Fals di situs jaringan sosial Multiply.

Cara lain yang telak adalah memanfaatkan format pencarian dengan format seperti: intitle: ”index of” mp3 ”peterpan”, untuk mencari lagu Peterpan.

Cara bodoh

Tidak tahu siapa yang menemukan mesin uap? Masukkan saja kata kunci sederhana, misalnya ”mesin uap ditemukan oleh” (tanpa tanda kutip), atau tanda * (bintang) bisa mewakili sembarang kata, maka secara cepat akan mendapatkan jawaban dengan memasukkan ”mesin uap ditemukan oleh *” (tanpa tanda kutip) dan jawabannya akan muncul.
Google mampu menginterpretasikan parameter yang diberikan untuk mempercepat pencarian. Tanda ”+” dan tanda kutip (” ”) untuk pencarian frase seperti: mesin+uap atau ”mesin uap”. Pencarian pun bisa memasukkan file spesifik, misalnya hanya file pdf. Contoh: jika ingin mencari dokumen pdf Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu, kita bisa memasukkan ”taman nasional laut kepulauan seribu filetype:pdf”. Jika file yang dicari dalam Microsoft Word, tinggal mengisi filetype:doc.

Jika sudah tahu di situs mana akan dilakukan pencarian, bisa digunakan format ”site:nama situs”. Misal, jika ingin mencari kesehatan reproduksi di situs Kompas, bisa diketik: ”site:kompas.com kesehatan reproduksi” (tanpa tanda kutip). Masih banyak tanda-tanda spesifik untuk meningkatkan pencarian dan semuanya bisa dicari di Google.

Kalkulator

Jika sudah di depan Google, tak perlu membutuhkan kalkulator. Coba langsung masukkan 245*234+123-45, hasilnya akan langsung terlihat. Google juga bisa langsung mengonversi satuan yang berbeda, misalnya jika ingin mengetahui 500 pounds itu berapa kg, bisa mengetikkan ”500 pounds in kg”.

Untuk mengonversi mata uang asing tak perlu menelepon ke sana kemari. Misal, jika ingin tahu 50 dollar Singapura itu ada berapa rupiah, tinggal mengetikkan ”50 SGD in IDR” (tanpa tanda kutip). IDR merupakan kode Indonesian rupiah.

Khusus yang menyukai buku, Google menyediakan alamat khusus di http://www.books.google.com. Berbagai ragam buku disediakan di sini.

Masih ada seabrek fitur, seperti google map yang mengintegrasikan Google Earth, google images untuk mencari khusus koleksi foto, google video, dan semua ada di internet.

***

Tips Pencarian

1. Prinsip pertama dalam menghadapi mesin pencari seperti Google atau Yahoo adalah jangan “under-estimate” dengan kemampuannya. Masukkan informasi sebanyak mungkin dalam pencarian itu.

2. Untuk mencari gambar, klik khusus pencarian khusus “images” dan video. Baik di Google maupun Yahoo, tersedia.

3. Google juga memiliki kamus penerjemah. Klik Language Tools di bagian bawah untuk menerjemahkan bahasa tertentu ke dalam bahasa yang Anda pahami. Namun, hanya bahasa besar dunia yang tersedia. Untuk English-Indonesia dan Indonesia-English, gunakan http://www.kamus.net.

4. Untuk memperdalam informasi, Wikipedia merupakan ensiklopedia terbuka. Untuk Wikipedia Bahasa Inggris, alamatnya http://en.wikipedia.org dan untuk Bahasa Indonesia di http://id.wikipedia.org. Sebagai ensiklopedia bebas, jika artikel di Wikipedia tidak bagus, kita bisa menyumbangkan artikel di situ. (AMR)

Sumber: Kompas

Kategori:Tips Tag:,

Hallmark of a Great Developer

http://blogs.msdn.com/micahel/archive/2004/06/16/157202.aspx

# ?Plans before coding
# ?Always knows why
# ?Writes situation-appropriate code
# ?Deviates where and when necessary
# ?Knows when not to change code
# ?Approaches debugging scientifically
# ?Walks through their code
# ?Knows the language and platform intimately
# ?Groks the tools [understand profoundly and intuitively]
# ?Improves the tools
# ?Knows when to ask for help
# ?Always has a side project going
# ?Doesn’t make assumptions
# ?Documents
# ?Follows coding standards
# ?Uses version control
# ?Makes lots of small check ins
# ?Tests their own code
# ?Has great judgment
# ?Has no ego
# ?Makes time for training

🙂 Point-point diatas menjelaskan kepada kita bagaimana seorang developer yang baik itu. Dengan menjalankan itu dan menerapkan itu bagi kita dari sekarang, mungkin itu nanti akan sangat berguna bagi kita nantinya pada saat kita berada pada dunia kerja sebenarnya. Kita pasti akan menunjukkan yang terbaik.

Ini merupakan kutipan slide yang diberikan oleh Ibu Inggriani Liem pada kami pada saat grand opening semester II tahun ajaran 2007/2008 di kampus kami PI Del.

Kategori:Kampus, Kuliah, Technology Tag: