Arsip

Archive for the ‘Tips’ Category

Si Mata Merah

Maret 5, 2010 1 komentar

Jumat yang lalu dan persislah sudah genap satu minggu, si mata merah menyambangi kediaman John Pantau (mirip nama acara yg di TV dan kebetulan lagi make nama itu di salah satu situs jejaring sosial) selama satu minggu penuh dan bahkan tinggal bersama dengan John Pantau dalam mengikuti kesehariannya. Akibat ulahnya itu, semua aktivitas John Pantau sangat terganggu dan perencanaan yang telah dibuat sebelumnya yang sudah tertata rapi tidak berjalan sama sekali. Sial makin sial, itulah yang dilakukan si mata merah, mengapa tidak? Mata John Pantau benar-benar merah dibuat dan berdarah-darah (ga sampe keluar, cuma di dalam aja masih tapi nampak darah-darahnya, mungkin anda jika melihat langsung akan merasa takut dan ngeri, termasuk John Pantau juga diawalnya) dan sialnya, dua-duanya kena.

Awal perjumpaan adalah Jumat pagi disaat John Pantau bangun pagi dan kebetulan hari itu adalah hari libur dan lumayan libur panjanglah dari kesibukan sehari-harinya dipekerjaan kantor. Karena libur, malamnya pun keluyuran tidak jelas dan hampir tidak tidur sama sekali, tetapi hanya disekitaran kamar aja. Kembali ke perjumpaan awal, disaat John Pantau bangun dan dia merasa kurang enak dengan matanya yang sebelah kiri. Rada sakit dan bengkak dan badannya pun meradang karena tidurnya tidak karuan dimalam harinya. Hal itu tidak seperti biasanya dia rasakan. Dan yang membuat apesnya lagi, lampu kamarnya mati alias pada yang penyebabnya tidak diketahui olehnya. Umur lampu itu mungkin udap genap dan tidak bisa melanjutkan kehidupannya, pikir John Pantau dalam hatinya. Terpaksalah dia harus berada dalam suasana remang-remang,

Sakit dari mata kiri membuat John Pantau ingin segera melihat ada apa dengan matanya, dengan sigap dia meraih cermin yang di atas lemarinya dan melihat mata kirinya. Merah, bengkak, dan terasa perih dan matanya penuh dengan air mata layaknya orang yang habis nangis. Untunglah masih sebelah pikir John Pantau dan dia pun tidak terlalu menggapinya dengan serius. Satu harian tersebut dia membiarkannya begitu saja tanpa ada penanganan dan mungkin karena makin parah kali dan makin perih John Pantau rasakan, maka dia mencoba mencari dan membeli obat yang bisa menghilangkan si mata merah. Dan obat tersbut masih dia pergunakan sampai sekarang untuk penyembuhan yang total.

Orang-orang di sekitar John Pantau pun mulai memberikan beragam pertanyaan dan ejekan padanya. Disaat dia menjawab, maka orang-orang akan memberikan tanggapan yang berbeda. Tanggapannya pun adalah tanggapan cerita zaman dahulu sebelum ilmu kedokteran ditemukan barangkali. “Pasti kamu suka ngintip ya…”, pasti itulah cemohan orang-orang yang dia jumpai dan selalu pasti seperti itu tanggapannya. Namun dia hanya senyum aja meskipun dalam hatinya merasa sial, ngapain ngintip-intip orang, mendingan langsung melihatnya pikirnya dalam hati. Tetapi dia berusaha untuk membuang jauh pemikiran-pemiran busuk itu. “Habis berantan tadi sama kerneknya metro mini”, itulah jawaban seloroh yang John Pantau utarakan kepada jika ada yang bersimpati melihat keadaannya dan menyakan kenapa??. Habis dia tidak tahu kenapa bisa terjadi dan tiba-tiba aja datang. Kalau dilihat dari prosesnya, penyebabnya mungkin aja akibat kegiatan yang dia lakukan beberapa akhir lalu.

Tidak hanya itu, John Pantau mencoba mencari tahu dari Internet penyebab mata merahnya karena keesokan harinya kedua matanya sudah benar-benar merah merona dan yang paling gawatnya dia ga bisa membuka kedua matanya disaat bangun pagi. Mata John Pantau lengket kayak habis dikasi lem. Parah ni pikirnya….. terpaksa dengan insting harus pergi ke kemar mandi dan menggunakn air untuk melelehkan siperekat mata tersebut. Dan ternyata tindakan yang dia lakukan tersebut adalah sangat benar, jika dia tidak melakukannya dan berusaha membuka kedua matanya dan mencongkel dengan jari-jarinya, bisa-bisa bulu-bulu matanya akan pada rontok.

Surfing di Internet dan mengetikkan kata “mata merah” di mesin pencari google dan muncullah semua hal-hal yang berbau mata merah, mulai dari penyebab, jenis, penanggulangan, dan pengalaman orang-orang yang pernah mengalaminya. Setelah membaca-baca beberapa artikel dan otak John Pantau pun mulai bekerja. Benar juga pikirnya, bahwa penyakit mata itu ada yang menular dan pengobatannya juga harus tergantung penyebabnya. Yang paling menarik John Pantau lihat dari artikel tersebut adalah penyakit mata merah yang diakibatkan virus dan hal inilah yang paling aneh dia rasakan sewaktu kecil. Masa penyakit mata bisa menular, iyalah pikirnya,,,,orang penyebabnya virus dan pasti menularlah kalau orang yang berhubungan dengannya bersentuhan dengan barang-barang yang dipake atau pernah dipegang oleh yang terkena virus mata tersebut. Maka kalau ada orang yang matanya merah ditanya, penyebabnya apa dan lainnlah kalau sengaja dikasih merah. Kalau penyebabnya virus, siap-siaplah jangan dekat-dekat sama dia beberapa saat sampai matanya itu sembuh. Sebab mata merah karena virus obatnya rada susah diobati (karena dia adalah makhluk jadi-jadian, antara benda hidup dan mati dalam pelajaran biologi) dari artikel yang saya baca dan harus menunggu kapan virusnya itu minggat dan diceraikan. Kalau karena jamur atau bakteri, tidak terlalu masalah dan aman-aman aja berhubungan dengan mereka, asal jangan memakai barang atau menyentuh barang yang pernah dia pakai.

John Pantau pun makin mendalami hal tersebut dan dia mendapatkan pengalaman dan pelajaran baru mengenai penyakit seperti ini. Kadang kita baru sadar jika kita sudah terkena dan akan berupaya mencari hal-hal yang berhungan dengannya. Disaat sebuah penyakit menyerang, penyakit lain pun sudah ikut menyerang. Intinya mari menjaga kesehatan.

Berikut beberapa link yang John Pantau berikan mengenai mata merah untuk ditempatkan di blog ini:
http://www.tanyadokteranda.com/artikel/2007/07/mata-merah-dan-kotor-tapi-penglihatan-normal
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080603072116AADEVah
http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/03/09/928/4/Tips-Kenali-dan-Atasi-Mata-Merah
http://www.klikdokter.com/illness/detail/144

Iklan

Telkomnet Instan

November 2, 2009 4 komentar
Masi ingat ga yang namanya telkomnet instan?? Tentu ingatlah kan terutama bagi yang punya layanan telepon dari telkom yang ingin berinternetan secara langsung melalui line telepon tersebut.

Sedikit informasi dari wikipedia: “TelkomNet Instan adalah sebuah produk layanan internet dial-up dari PT Telkom Indonesia untuk pelanggan PSTN di seluruh Indonesia. Menggunakan Koneksi Telepon Dial Up dengan kecepatan yang dapat dicapai hingga 56 kbps, dan standar modem v9.1 atau v9.2 yang menuju jalur RS-232 pada komputer ,dengan nomor akses 080989999. Masukan User name : telkomnet@instan dan Password : telkom”

Mengapa saya membahas dan memebicarakan hal ini, ya… saya merasa tertarik dan punya pengalaman aja beberapa malam yang lalu. Dimana seorang bos kantor menyuruh saya ngesetting telkomnet instan mereka. Katanya, ga bisa lagi jalan gara-gara virus dan diinstall ulang, setelah itu ga bisa jalan lagi deh katanya. Wow…. ditantang gwa pikirku, ya kan aja deh.. meskipun ga pernah pakai dan pernah dengar.

Mmmm…. cara pertama, lihat-lihat dulu dan tanya-tanya mengapa demikian. Setelah melakukan beberapa percobaan dan menanya teman-teman yang tahu, jawaban mereka sama dan informasi yang dimasukkan telah benar, yaitu nomor akses 080989999. Masukan User name : telkomnet@instan dan Password : telkom. Tetapi tetap juga tidak bisa koneksi ke Internet dan hanya tut..tut….kring..kring…. ke pesawat telepon.

Setelah mikir-mikir lagi dan si bos tersebut nanya sama yang mensettingnya sebelumnya, eh…. masalahnya cuma satu. Ternyata telepn kantor tersebut punya beberapa ekstension (line) namanya kalau tidak salah. Pantasan si telepon bingung mau makai yang mana. Dan solusinya adalah tambahkan nomor ekstension telepon yang dipakai untuk Telkomnet Instan tersebut. Misal, line ekstension telepon tersebut adalah 9, maka pada nomor aksesnya kita tambahkan angka 9 didepannya, yg dulu 080989999 menjadi 9080989999. Kalau teleponnya tidak punya beberapa ekstension, tidak usah ditambahkan angka ekstension di depan nomor akses, tinggal masukin yang defaulnya aja 080989999.

Ok… jalan deh… dan browsing pun jalan deh… meskipun rada lemot, karena Telkomnet Instan kecepatannya 56 kbps aja kali. Hal yang kecil memang, tetapi sangat berharga menurut saya.

“Hal sepele bisa menghancurkan hal yang besar”

Kategori:Jobs, Tips

Penerapan Teknopark

Maret 12, 2009 1 komentar
Teknopark, suatu istilah yang baru saya dengar dan memang baru dengarlah. Istilah ini saya dapatkan kemarin sore, 11 Maret 2009 dari hasil Kuliah Umum yang dibawakan oleh Bapak Eko K.Budiarjo dan Bapak Warsito dari Jakarta mengenai Teknopark Politeknik Inormatrika Del. Beliau adalah salah satu pengajar dari Universitas Indonesia (UI) yang nantinya sebagai panitia persiapan pelaksanaan teknopark di daerah sekitar Pidel.

Meskipun sudah sore dan udah agak lumayan mengantuk, dari sini dapat saya tangkap bahwa teknopark itu adalah penerapan teknologi informasi dalam masyarakat termasuk pemerintahannya dalam menjalankan aktivitas mereka sehari-harinya, sehingga dimungkinkan pengumpulan data yang akurat dan terpusat. Akurat dan terpusat maksudnya disini bahwa setiap kegiatan yang terjadi data yang ada itu dipublish atau dipublikasikan ke masyarakat sehinggga setiap kejadian itu dapat diketahui hasilnya dan kemudahan untuk mendapatkan informasi.

Dalam presentasinya, Pak Eko memberikan contoh beberapa Kabupaten di Indonesia yang telah menerapkan teknologi informasi dalam masyarakatnya dan dalam pemerintahannya. Kabupaten tersebut adalah kabupaten Sragen di Jawa dan Kabupaten Jembrana di Bali. Mengapa mereka berhasil dengan itu???? Yah.. dari hasil penuturan beliau, bahwa suatu negara yang maju itu identik dengan teknologi mereka yang maju. Begitu juga dengan kedua kabupaten tersebut, mereka bisa berhasil adalah karena teknologi informasi yang mereka gunakan. Nah, mengapa mereka bisa berhasil adalah karena dukungan dari pemerintah yang sepenuhnya mendukung penerapan teknologi informasi dalam menjalankan pemerintahannya dan juga di dukung oleh sumber daya manusia sebagai teknisi atau pengembang TI tersebut yang juga adalah dari anak daerah kabupaten tersebut. Jadi, faktor keberhasilannya adalah karena dukungan anak daerah yang ingin memajukan daerahnya dengan menerapkan teknologi informasi dan juga dukungan dari pemerintah setempat, yaitu Bupatinya.

Berbalik ke situ, hal yang serupalah yang ingin di terapkan di kabupaten Tobasa sebagai kabupaten dimana Pidel berada yang didalamnya telah ada sumber daya untuk menerapkan teknologi informasi sebagai media pemerintahan dan menyediakan informasi agar semua masyarakat dapat menjangkaunya dengan mudah tanpa ada yan tertutupi. Mudah-mudahan rencana dari panitia penerapan teknopark ini di kabupaten Tobasa bisa dilakukan dalam waktu dekat, meskipun itu dimulai dengan hal-hal yang kecil dan yang pastinya itu harus melibatkan anak daerah dan semua pihak yang terlibat di dalamnya demi tercapainya Kabupaten Toba Samosir yang berbasis teknologi informasi.

Menurut saya, agar ini bisa diterapkan secara berlanjut seperti yang di Sragen, perlu adanya tim yang khusus untuk menangani ini semua yang nantinya bisa diterapkan dalam teknologi informasi. Jadi nantinya akan ada pusat dari TI yang akan mengolah setiap data dan informasi yang ada, apabila setiap pihak yang ingin mendapatkan data tinggal mengaksesnya melalui suatu media tanpa harus datang ke sumber data. Jadi keakuratan data dan data yang selalu up to date bisa terjaga. Dari pimpinan juga harus demikian, memaksakan (istilah kasarnyalah) semua staff-nya belajar untuk menggunakan komputer sebagai dasar untuk bisa menerapkan IT nantinya. Selain itu, belajar untuk menggunakan service-service yang tersedia di Internet yang mendukung pekerjaan mereka. Maka dengan itu mereka akan paham dengan apa manfaat dan kemudahan yang diberikan oleh teknologi informasi. Ini juga akan didukung dengan adanya pemebelajaran dan penerapan mengenai teknologi informasi di sekolah-sekolah yang juga merupakan bagian dari masyarakat.

Horas Martabe (Marsipature Hutanabe)!!!

Kategori:Artikel, Event, IT, Kuliah, Pidel, Tips

Penerapan Teknopark

Teknopark, suatu istilah yang baru saya dengar dan memang baru dengarlah. Istilah ini saya dapatkan kemarin sore, 11 Maret 2009 dari hasil Kuliah Umum yang dibawakan oleh Bapak Eko K.Budiarjo dan Bapak Warsito dari Jakarta mengenai Teknopark Politeknik Inormatrika Del. Beliau adalah salah satu pengajar dari Universitas Indonesia (UI) yang nantinya sebagai panitia persiapan pelaksanaan teknopark di daerah sekitar Pidel.

Meskipun sudah sore dan udah agak lumayan mengantuk, dari sini dapat saya tangkap bahwa teknopark itu adalah penerapan teknologi informasi dalam masyarakat termasuk pemerintahannya dalam menjalankan aktivitas mereka sehari-harinya, sehingga dimungkinkan pengumpulan data yang akurat dan terpusat. Akurat dan terpusat maksudnya disini bahwa setiap kegiatan yang terjadi data yang ada itu dipublish atau dipublikasikan ke masyarakat sehinggga setiap kejadian itu dapat diketahui hasilnya dan kemudahan untuk mendapatkan informasi.

Dalam presentasinya, Pak Eko memberikan contoh beberapa Kabupaten di Indonesia yang telah menerapkan teknologi informasi dalam masyarakatnya dan dalam pemerintahannya. Kabupaten tersebut adalah kabupaten Sragen di Jawa dan Kabupaten Jembrana di Bali. Mengapa mereka berhasil dengan itu???? Yah.. dari hasil penuturan beliau, bahwa suatu negara yang maju itu identik dengan teknologi mereka yang maju. Begitu juga dengan kedua kabupaten tersebut, mereka bisa berhasil adalah karena teknologi informasi yang mereka gunakan. Nah, mengapa mereka bisa berhasil adalah karena dukungan dari pemerintah yang sepenuhnya mendukung penerapan teknologi informasi dalam menjalankan pemerintahannya dan juga di dukung oleh sumber daya manusia sebagai teknisi atau pengembang TI tersebut yang juga adalah dari anak daerah kabupaten tersebut. Jadi, faktor keberhasilannya adalah karena dukungan anak daerah yang ingin memajukan daerahnya dengan menerapkan teknologi informasi dan juga dukungan dari pemerintah setempat, yaitu Bupatinya.

Berbalik ke situ, hal yang serupalah yang ingin di terapkan di kabupaten Tobasa sebagai kabupaten dimana Pidel berada yang didalamnya telah ada sumber daya untuk menerapkan teknologi informasi sebagai media pemerintahan dan menyediakan informasi agar semua masyarakat dapat menjangkaunya dengan mudah tanpa ada yan tertutupi. Mudah-mudahan rencana dari panitia penerapan teknopark ini di kabupaten Tobasa bisa dilakukan dalam waktu dekat, meskipun itu dimulai dengan hal-hal yang kecil dan yang pastinya itu harus melibatkan anak daerah dan semua pihak yang terlibat di dalamnya demi tercapainya Kabupaten Toba Samosir yang berbasis teknologi informasi.

Menurut saya, agar ini bisa diterapkan secara berlanjut seperti yang di Sragen, perlu adanya tim yang khusus untuk menangani ini semua yang nantinya bisa diterapkan dalam teknologi informasi. Jadi nantinya akan ada pusat dari TI yang akan mengolah setiap data dan informasi yang ada, apabila setiap pihak yang ingin mendapatkan data tinggal mengaksesnya melalui suatu media tanpa harus datang ke sumber data. Jadi keakuratan data dan data yang selalu up to date bisa terjaga. Dari pimpinan juga harus demikian, memaksakan (istilah kasarnyalah) semua staff-nya belajar untuk menggunakan komputer sebagai dasar untuk bisa menerapkan IT nantinya. Selain itu, belajar untuk menggunakan service-service yang tersedia di Internet yang mendukung pekerjaan mereka. Maka dengan itu mereka akan paham dengan apa manfaat dan kemudahan yang diberikan oleh teknologi informasi. Ini juga akan didukung dengan adanya pemebelajaran dan penerapan mengenai teknologi informasi di sekolah-sekolah yang juga merupakan bagian dari masyarakat.

Horas Martabe (Marsipature Hutanabe)!!!

Kategori:Artikel, Event, IT, Kuliah, Pidel, Tips

Penerapan Teknopark

Maret 12, 2009 1 komentar
Teknopark, suatu istilah yang baru saya dengar dan memang baru dengarlah. Istilah ini saya dapatkan kemarin sore, 11 Maret 2009 dari hasil Kuliah Umum yang dibawakan oleh Bapak Eko K.Budiarjo dan Bapak Warsito dari Jakarta mengenai Teknopark Politeknik Inormatrika Del. Beliau adalah salah satu pengajar dari Universitas Indonesia (UI) yang nantinya sebagai panitia persiapan pelaksanaan teknopark di daerah sekitar Pidel.

Meskipun sudah sore dan udah agak lumayan mengantuk, dari sini dapat saya tangkap bahwa teknopark itu adalah penerapan teknologi informasi dalam masyarakat termasuk pemerintahannya dalam menjalankan aktivitas mereka sehari-harinya, sehingga dimungkinkan pengumpulan data yang akurat dan terpusat. Akurat dan terpusat maksudnya disini bahwa setiap kegiatan yang terjadi data yang ada itu dipublish atau dipublikasikan ke masyarakat sehinggga setiap kejadian itu dapat diketahui hasilnya dan kemudahan untuk mendapatkan informasi.

Dalam presentasinya, Pak Eko memberikan contoh beberapa Kabupaten di Indonesia yang telah menerapkan teknologi informasi dalam masyarakatnya dan dalam pemerintahannya. Kabupaten tersebut adalah kabupaten Sragen di Jawa dan Kabupaten Jembrana di Bali. Mengapa mereka berhasil dengan itu???? Yah.. dari hasil penuturan beliau, bahwa suatu negara yang maju itu identik dengan teknologi mereka yang maju. Begitu juga dengan kedua kabupaten tersebut, mereka bisa berhasil adalah karena teknologi informasi yang mereka gunakan. Nah, mengapa mereka bisa berhasil adalah karena dukungan dari pemerintah yang sepenuhnya mendukung penerapan teknologi informasi dalam menjalankan pemerintahannya dan juga di dukung oleh sumber daya manusia sebagai teknisi atau pengembang TI tersebut yang juga adalah dari anak daerah kabupaten tersebut. Jadi, faktor keberhasilannya adalah karena dukungan anak daerah yang ingin memajukan daerahnya dengan menerapkan teknologi informasi dan juga dukungan dari pemerintah setempat, yaitu Bupatinya.

Berbalik ke situ, hal yang serupalah yang ingin di terapkan di kabupaten Tobasa sebagai kabupaten dimana Pidel berada yang didalamnya telah ada sumber daya untuk menerapkan teknologi informasi sebagai media pemerintahan dan menyediakan informasi agar semua masyarakat dapat menjangkaunya dengan mudah tanpa ada yan tertutupi. Mudah-mudahan rencana dari panitia penerapan teknopark ini di kabupaten Tobasa bisa dilakukan dalam waktu dekat, meskipun itu dimulai dengan hal-hal yang kecil dan yang pastinya itu harus melibatkan anak daerah dan semua pihak yang terlibat di dalamnya demi tercapainya Kabupaten Toba Samosir yang berbasis teknologi informasi.

Menurut saya, agar ini bisa diterapkan secara berlanjut seperti yang di Sragen, perlu adanya tim yang khusus untuk menangani ini semua yang nantinya bisa diterapkan dalam teknologi informasi. Jadi nantinya akan ada pusat dari TI yang akan mengolah setiap data dan informasi yang ada, apabila setiap pihak yang ingin mendapatkan data tinggal mengaksesnya melalui suatu media tanpa harus datang ke sumber data. Jadi keakuratan data dan data yang selalu up to date bisa terjaga. Dari pimpinan juga harus demikian, memaksakan (istilah kasarnyalah) semua staff-nya belajar untuk menggunakan komputer sebagai dasar untuk bisa menerapkan IT nantinya. Selain itu, belajar untuk menggunakan service-service yang tersedia di Internet yang mendukung pekerjaan mereka. Maka dengan itu mereka akan paham dengan apa manfaat dan kemudahan yang diberikan oleh teknologi informasi. Ini juga akan didukung dengan adanya pemebelajaran dan penerapan mengenai teknologi informasi di sekolah-sekolah yang juga merupakan bagian dari masyarakat.

Horas Martabe (Marsipature Hutanabe)!!!

Kategori:Artikel, Event, IT, Kuliah, Pidel, Tips

Seminar Tanaman Obat

p { margin: 0; }
p { margin: 0; }

Seminar Tanaman Obat, itulah nama acara yang diselenggarakan pada 18 February 2009 bertempat di aula PIDEL dan diikuti oleh seluruh mahasiswa/i PIDEL beserta staff dan dosen. Acara itu juga dihadiri undangan dari Dinas Pertanian Tobasa, Kepala Rumah Sakit yang ada di Tobasa, Apoteker dari Arjuna, utusan dari UHN, Camat dll.

Seminar ini dibawkan dengan presentasi dari Bapak James Sinambela, Dexa Laboratories of Biomolecular Science, PT Dexa Medica, Jakarta. Adapun yang menjadi topiknya adalah atau judul presentasinya “Tanaman Obat Indonesia: Pengembangannya sebagai Sediaan Fitofarmaka“.

Sediaan obat herba yang ada di Indonesia dibedakan atas tiga kategori, yaitu:

  • Empiris, misalnya sediaan tradisional Jamu.
  • Terstandar dengan uji pre-klinik
  • Fitofarmaka, terstandar dengan uji klinis.

Itulah kira-kira pengertian fitofarmaka disini, bahwa tanaman obat yang ada itu, agar aman digunakan harus sudah terstandar dengan uji klinis.

Agak rada ga nyambung juga sih kalo dilihat, anak informatika dikasih info seputar farmasi. Tetapi terpaksalah harus diikuti dan setelah diikuti dan diikuti, mulai nyambunglah dan lebih mengerti sedikit informasi seputar farmasi. Beliau juga dengan panjang lebar menjelaskan seputar Obat Herba yang banyak dihasilkan dari lingkungan sekitar kita, latar belakang dan perkembangan obat Herba di dunia dan mcam-macamlah.

Dan sebagai penutup yang terdapat di slide presentasi yang juga dibagikan hasil cetakannya dikatakan:

  • Nilai pasar dunia untuk herba medisinal dan produk hasil olahnya sangat besar dan masih terus bertumbuh.
  • Kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia adalah lahan potensial untuk dieksplorasi sistematis secara ‘bioprospecting’ fitofarmaka.
  • Tanaman obat Indonesia memiliki banyak peluang untuk ikut pasar herba Internasional.
  • Bentuk ekstrak merupakan salah satu pilihan yang cocok untuk pengembangan produk fitofarmaka, sesuai dengan tuntutan pasar modern.

Kira-kira seperti itulah point-point inti dari hasil presentasi tersebut. Akhir presentasi, diberikan sesi tanya jawab antara peserta dengan Pak James dan juga terhadap staff Menristek. Katanya yang buat pertanyaan bakal dapat hadiah, enak dongs, tetapi ga langsung, melainkan dikirimkan nantinya.

Oh ya, rencananya oleh staff ahli menristek, mereka rencananya mau menjadikan tanaman Temulawak sebagai tanaman asli Indonesia supaya bangsa-bangsa lain tidak mengklaimnya sebagai milik mereka. Yah… mudah-mudahanlah itu tercapai dan sukses. Bayangkan, katanya sudah banyak tanaman Indonesia diklaim bangsa lain sebagai milik asli mereka, seperti Durian, Mangga, Kapok dan yang lainnya. Sungguh sangat disayangkan memang, tidak hanya pulau-pulau atau tarian yang diklaim bangsa lain, tetapi tanaman juga sudah ikut ternyata.

Marilah kita menjaga semua tanaman yang ada disekitar kita dan mari kita budi dayakan dan lestarikan itu semua, khususnya tanaman-tanaman yang bisa dijadikan untuk obat. Mari hidup sehat dengan alam…..:)

Seminar Tanaman Obat

Februari 18, 2009 3 komentar

p { margin: 0; }
p { margin: 0; }

Seminar Tanaman Obat, itulah nama acara yang diselenggarakan pada 18 February 2009 bertempat di aula PIDEL dan diikuti oleh seluruh mahasiswa/i PIDEL beserta staff dan dosen. Acara itu juga dihadiri undangan dari Dinas Pertanian Tobasa, Kepala Rumah Sakit yang ada di Tobasa, Apoteker dari Arjuna, utusan dari UHN, Camat dll.

Seminar ini dibawkan dengan presentasi dari Bapak James Sinambela, Dexa Laboratories of Biomolecular Science, PT Dexa Medica, Jakarta. Adapun yang menjadi topiknya adalah atau judul presentasinya “Tanaman Obat Indonesia: Pengembangannya sebagai Sediaan Fitofarmaka“.

Sediaan obat herba yang ada di Indonesia dibedakan atas tiga kategori, yaitu:

  • Empiris, misalnya sediaan tradisional Jamu.
  • Terstandar dengan uji pre-klinik
  • Fitofarmaka, terstandar dengan uji klinis.

Itulah kira-kira pengertian fitofarmaka disini, bahwa tanaman obat yang ada itu, agar aman digunakan harus sudah terstandar dengan uji klinis.

Agak rada ga nyambung juga sih kalo dilihat, anak informatika dikasih info seputar farmasi. Tetapi terpaksalah harus diikuti dan setelah diikuti dan diikuti, mulai nyambunglah dan lebih mengerti sedikit informasi seputar farmasi. Beliau juga dengan panjang lebar menjelaskan seputar Obat Herba yang banyak dihasilkan dari lingkungan sekitar kita, latar belakang dan perkembangan obat Herba di dunia dan mcam-macamlah.

Dan sebagai penutup yang terdapat di slide presentasi yang juga dibagikan hasil cetakannya dikatakan:

  • Nilai pasar dunia untuk herba medisinal dan produk hasil olahnya sangat besar dan masih terus bertumbuh.
  • Kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia adalah lahan potensial untuk dieksplorasi sistematis secara ‘bioprospecting’ fitofarmaka.
  • Tanaman obat Indonesia memiliki banyak peluang untuk ikut pasar herba Internasional.
  • Bentuk ekstrak merupakan salah satu pilihan yang cocok untuk pengembangan produk fitofarmaka, sesuai dengan tuntutan pasar modern.

Kira-kira seperti itulah point-point inti dari hasil presentasi tersebut. Akhir presentasi, diberikan sesi tanya jawab antara peserta dengan Pak James dan juga terhadap staff Menristek. Katanya yang buat pertanyaan bakal dapat hadiah, enak dongs, tetapi ga langsung, melainkan dikirimkan nantinya.

Oh ya, rencananya oleh staff ahli menristek, mereka rencananya mau menjadikan tanaman Temulawak sebagai tanaman asli Indonesia supaya bangsa-bangsa lain tidak mengklaimnya sebagai milik mereka. Yah… mudah-mudahanlah itu tercapai dan sukses. Bayangkan, katanya sudah banyak tanaman Indonesia diklaim bangsa lain sebagai milik asli mereka, seperti Durian, Mangga, Kapok dan yang lainnya. Sungguh sangat disayangkan memang, tidak hanya pulau-pulau atau tarian yang diklaim bangsa lain, tetapi tanaman juga sudah ikut ternyata.

Marilah kita menjaga semua tanaman yang ada disekitar kita dan mari kita budi dayakan dan lestarikan itu semua, khususnya tanaman-tanaman yang bisa dijadikan untuk obat. Mari hidup sehat dengan alam…..:)