Arsip

Archive for the ‘Pidel’ Category

Penerapan Teknopark

Maret 12, 2009 1 komentar
Teknopark, suatu istilah yang baru saya dengar dan memang baru dengarlah. Istilah ini saya dapatkan kemarin sore, 11 Maret 2009 dari hasil Kuliah Umum yang dibawakan oleh Bapak Eko K.Budiarjo dan Bapak Warsito dari Jakarta mengenai Teknopark Politeknik Inormatrika Del. Beliau adalah salah satu pengajar dari Universitas Indonesia (UI) yang nantinya sebagai panitia persiapan pelaksanaan teknopark di daerah sekitar Pidel.

Meskipun sudah sore dan udah agak lumayan mengantuk, dari sini dapat saya tangkap bahwa teknopark itu adalah penerapan teknologi informasi dalam masyarakat termasuk pemerintahannya dalam menjalankan aktivitas mereka sehari-harinya, sehingga dimungkinkan pengumpulan data yang akurat dan terpusat. Akurat dan terpusat maksudnya disini bahwa setiap kegiatan yang terjadi data yang ada itu dipublish atau dipublikasikan ke masyarakat sehinggga setiap kejadian itu dapat diketahui hasilnya dan kemudahan untuk mendapatkan informasi.

Dalam presentasinya, Pak Eko memberikan contoh beberapa Kabupaten di Indonesia yang telah menerapkan teknologi informasi dalam masyarakatnya dan dalam pemerintahannya. Kabupaten tersebut adalah kabupaten Sragen di Jawa dan Kabupaten Jembrana di Bali. Mengapa mereka berhasil dengan itu???? Yah.. dari hasil penuturan beliau, bahwa suatu negara yang maju itu identik dengan teknologi mereka yang maju. Begitu juga dengan kedua kabupaten tersebut, mereka bisa berhasil adalah karena teknologi informasi yang mereka gunakan. Nah, mengapa mereka bisa berhasil adalah karena dukungan dari pemerintah yang sepenuhnya mendukung penerapan teknologi informasi dalam menjalankan pemerintahannya dan juga di dukung oleh sumber daya manusia sebagai teknisi atau pengembang TI tersebut yang juga adalah dari anak daerah kabupaten tersebut. Jadi, faktor keberhasilannya adalah karena dukungan anak daerah yang ingin memajukan daerahnya dengan menerapkan teknologi informasi dan juga dukungan dari pemerintah setempat, yaitu Bupatinya.

Berbalik ke situ, hal yang serupalah yang ingin di terapkan di kabupaten Tobasa sebagai kabupaten dimana Pidel berada yang didalamnya telah ada sumber daya untuk menerapkan teknologi informasi sebagai media pemerintahan dan menyediakan informasi agar semua masyarakat dapat menjangkaunya dengan mudah tanpa ada yan tertutupi. Mudah-mudahan rencana dari panitia penerapan teknopark ini di kabupaten Tobasa bisa dilakukan dalam waktu dekat, meskipun itu dimulai dengan hal-hal yang kecil dan yang pastinya itu harus melibatkan anak daerah dan semua pihak yang terlibat di dalamnya demi tercapainya Kabupaten Toba Samosir yang berbasis teknologi informasi.

Menurut saya, agar ini bisa diterapkan secara berlanjut seperti yang di Sragen, perlu adanya tim yang khusus untuk menangani ini semua yang nantinya bisa diterapkan dalam teknologi informasi. Jadi nantinya akan ada pusat dari TI yang akan mengolah setiap data dan informasi yang ada, apabila setiap pihak yang ingin mendapatkan data tinggal mengaksesnya melalui suatu media tanpa harus datang ke sumber data. Jadi keakuratan data dan data yang selalu up to date bisa terjaga. Dari pimpinan juga harus demikian, memaksakan (istilah kasarnyalah) semua staff-nya belajar untuk menggunakan komputer sebagai dasar untuk bisa menerapkan IT nantinya. Selain itu, belajar untuk menggunakan service-service yang tersedia di Internet yang mendukung pekerjaan mereka. Maka dengan itu mereka akan paham dengan apa manfaat dan kemudahan yang diberikan oleh teknologi informasi. Ini juga akan didukung dengan adanya pemebelajaran dan penerapan mengenai teknologi informasi di sekolah-sekolah yang juga merupakan bagian dari masyarakat.

Horas Martabe (Marsipature Hutanabe)!!!

Iklan
Kategori:Artikel, Event, IT, Kuliah, Pidel, Tips

Penerapan Teknopark

Teknopark, suatu istilah yang baru saya dengar dan memang baru dengarlah. Istilah ini saya dapatkan kemarin sore, 11 Maret 2009 dari hasil Kuliah Umum yang dibawakan oleh Bapak Eko K.Budiarjo dan Bapak Warsito dari Jakarta mengenai Teknopark Politeknik Inormatrika Del. Beliau adalah salah satu pengajar dari Universitas Indonesia (UI) yang nantinya sebagai panitia persiapan pelaksanaan teknopark di daerah sekitar Pidel.

Meskipun sudah sore dan udah agak lumayan mengantuk, dari sini dapat saya tangkap bahwa teknopark itu adalah penerapan teknologi informasi dalam masyarakat termasuk pemerintahannya dalam menjalankan aktivitas mereka sehari-harinya, sehingga dimungkinkan pengumpulan data yang akurat dan terpusat. Akurat dan terpusat maksudnya disini bahwa setiap kegiatan yang terjadi data yang ada itu dipublish atau dipublikasikan ke masyarakat sehinggga setiap kejadian itu dapat diketahui hasilnya dan kemudahan untuk mendapatkan informasi.

Dalam presentasinya, Pak Eko memberikan contoh beberapa Kabupaten di Indonesia yang telah menerapkan teknologi informasi dalam masyarakatnya dan dalam pemerintahannya. Kabupaten tersebut adalah kabupaten Sragen di Jawa dan Kabupaten Jembrana di Bali. Mengapa mereka berhasil dengan itu???? Yah.. dari hasil penuturan beliau, bahwa suatu negara yang maju itu identik dengan teknologi mereka yang maju. Begitu juga dengan kedua kabupaten tersebut, mereka bisa berhasil adalah karena teknologi informasi yang mereka gunakan. Nah, mengapa mereka bisa berhasil adalah karena dukungan dari pemerintah yang sepenuhnya mendukung penerapan teknologi informasi dalam menjalankan pemerintahannya dan juga di dukung oleh sumber daya manusia sebagai teknisi atau pengembang TI tersebut yang juga adalah dari anak daerah kabupaten tersebut. Jadi, faktor keberhasilannya adalah karena dukungan anak daerah yang ingin memajukan daerahnya dengan menerapkan teknologi informasi dan juga dukungan dari pemerintah setempat, yaitu Bupatinya.

Berbalik ke situ, hal yang serupalah yang ingin di terapkan di kabupaten Tobasa sebagai kabupaten dimana Pidel berada yang didalamnya telah ada sumber daya untuk menerapkan teknologi informasi sebagai media pemerintahan dan menyediakan informasi agar semua masyarakat dapat menjangkaunya dengan mudah tanpa ada yan tertutupi. Mudah-mudahan rencana dari panitia penerapan teknopark ini di kabupaten Tobasa bisa dilakukan dalam waktu dekat, meskipun itu dimulai dengan hal-hal yang kecil dan yang pastinya itu harus melibatkan anak daerah dan semua pihak yang terlibat di dalamnya demi tercapainya Kabupaten Toba Samosir yang berbasis teknologi informasi.

Menurut saya, agar ini bisa diterapkan secara berlanjut seperti yang di Sragen, perlu adanya tim yang khusus untuk menangani ini semua yang nantinya bisa diterapkan dalam teknologi informasi. Jadi nantinya akan ada pusat dari TI yang akan mengolah setiap data dan informasi yang ada, apabila setiap pihak yang ingin mendapatkan data tinggal mengaksesnya melalui suatu media tanpa harus datang ke sumber data. Jadi keakuratan data dan data yang selalu up to date bisa terjaga. Dari pimpinan juga harus demikian, memaksakan (istilah kasarnyalah) semua staff-nya belajar untuk menggunakan komputer sebagai dasar untuk bisa menerapkan IT nantinya. Selain itu, belajar untuk menggunakan service-service yang tersedia di Internet yang mendukung pekerjaan mereka. Maka dengan itu mereka akan paham dengan apa manfaat dan kemudahan yang diberikan oleh teknologi informasi. Ini juga akan didukung dengan adanya pemebelajaran dan penerapan mengenai teknologi informasi di sekolah-sekolah yang juga merupakan bagian dari masyarakat.

Horas Martabe (Marsipature Hutanabe)!!!

Kategori:Artikel, Event, IT, Kuliah, Pidel, Tips

Penerapan Teknopark

Maret 12, 2009 1 komentar
Teknopark, suatu istilah yang baru saya dengar dan memang baru dengarlah. Istilah ini saya dapatkan kemarin sore, 11 Maret 2009 dari hasil Kuliah Umum yang dibawakan oleh Bapak Eko K.Budiarjo dan Bapak Warsito dari Jakarta mengenai Teknopark Politeknik Inormatrika Del. Beliau adalah salah satu pengajar dari Universitas Indonesia (UI) yang nantinya sebagai panitia persiapan pelaksanaan teknopark di daerah sekitar Pidel.

Meskipun sudah sore dan udah agak lumayan mengantuk, dari sini dapat saya tangkap bahwa teknopark itu adalah penerapan teknologi informasi dalam masyarakat termasuk pemerintahannya dalam menjalankan aktivitas mereka sehari-harinya, sehingga dimungkinkan pengumpulan data yang akurat dan terpusat. Akurat dan terpusat maksudnya disini bahwa setiap kegiatan yang terjadi data yang ada itu dipublish atau dipublikasikan ke masyarakat sehinggga setiap kejadian itu dapat diketahui hasilnya dan kemudahan untuk mendapatkan informasi.

Dalam presentasinya, Pak Eko memberikan contoh beberapa Kabupaten di Indonesia yang telah menerapkan teknologi informasi dalam masyarakatnya dan dalam pemerintahannya. Kabupaten tersebut adalah kabupaten Sragen di Jawa dan Kabupaten Jembrana di Bali. Mengapa mereka berhasil dengan itu???? Yah.. dari hasil penuturan beliau, bahwa suatu negara yang maju itu identik dengan teknologi mereka yang maju. Begitu juga dengan kedua kabupaten tersebut, mereka bisa berhasil adalah karena teknologi informasi yang mereka gunakan. Nah, mengapa mereka bisa berhasil adalah karena dukungan dari pemerintah yang sepenuhnya mendukung penerapan teknologi informasi dalam menjalankan pemerintahannya dan juga di dukung oleh sumber daya manusia sebagai teknisi atau pengembang TI tersebut yang juga adalah dari anak daerah kabupaten tersebut. Jadi, faktor keberhasilannya adalah karena dukungan anak daerah yang ingin memajukan daerahnya dengan menerapkan teknologi informasi dan juga dukungan dari pemerintah setempat, yaitu Bupatinya.

Berbalik ke situ, hal yang serupalah yang ingin di terapkan di kabupaten Tobasa sebagai kabupaten dimana Pidel berada yang didalamnya telah ada sumber daya untuk menerapkan teknologi informasi sebagai media pemerintahan dan menyediakan informasi agar semua masyarakat dapat menjangkaunya dengan mudah tanpa ada yan tertutupi. Mudah-mudahan rencana dari panitia penerapan teknopark ini di kabupaten Tobasa bisa dilakukan dalam waktu dekat, meskipun itu dimulai dengan hal-hal yang kecil dan yang pastinya itu harus melibatkan anak daerah dan semua pihak yang terlibat di dalamnya demi tercapainya Kabupaten Toba Samosir yang berbasis teknologi informasi.

Menurut saya, agar ini bisa diterapkan secara berlanjut seperti yang di Sragen, perlu adanya tim yang khusus untuk menangani ini semua yang nantinya bisa diterapkan dalam teknologi informasi. Jadi nantinya akan ada pusat dari TI yang akan mengolah setiap data dan informasi yang ada, apabila setiap pihak yang ingin mendapatkan data tinggal mengaksesnya melalui suatu media tanpa harus datang ke sumber data. Jadi keakuratan data dan data yang selalu up to date bisa terjaga. Dari pimpinan juga harus demikian, memaksakan (istilah kasarnyalah) semua staff-nya belajar untuk menggunakan komputer sebagai dasar untuk bisa menerapkan IT nantinya. Selain itu, belajar untuk menggunakan service-service yang tersedia di Internet yang mendukung pekerjaan mereka. Maka dengan itu mereka akan paham dengan apa manfaat dan kemudahan yang diberikan oleh teknologi informasi. Ini juga akan didukung dengan adanya pemebelajaran dan penerapan mengenai teknologi informasi di sekolah-sekolah yang juga merupakan bagian dari masyarakat.

Horas Martabe (Marsipature Hutanabe)!!!

Kategori:Artikel, Event, IT, Kuliah, Pidel, Tips

CaseTalk and Data Modeling

Februari 27, 2009 5 komentar
CaseTalk is the case-tool which enables you to create 100% conceptual models based upon elementary fact expression in natural language. End users are able to validate the model by the re-verbalising capabilities of CaseTalk. CaseTalk supports developers and database designers by transforming the conceptual model into different logical models (See also ourFCO-IM Bridge for UML class-diagrams and ER models).

Diagramming supports analysts, developers and others involved in the modelling and documenting phases. CaseTalk is founded upon a solid methodology called Fully Communication Oriented Information Modelling (FCO-IM) which is the most prominent successor of NIAM. (Also known as ORM or Object Role Modelling.)

Begitulah kira-kira deskripsi singkat mengenai CaseTalk yang memang baru saja saya kenal. Meskipun dengan perjuangan yang harus menghadiri seminar alias kuliah umum ditempat kami, PIDEL tercinta, dengan suasana hujan yang membuat diri harus berakibat mengantuk dan juga telinga yang harus peka dan menajamkannya agar mengerti apa yang diutarakan si pembicara. Mengapa tidak beliau berbicara dengan English, mau dibilang berbahasa Indonesia atau Batak, ga mungkinlah. Wong kita harus berusaha untuk menyesuaikannya.

Adapun acara kuliah umum tersebut dibagi dalam dua bagian sesuai dengan petunjuk yang ada di akademik:

Hari/Tanggal : Jumat, 27 Februari 2009
Pukul : 15.00 – 17.00
Tempat : Auditorium
Agenda : – Study in Netherlands
– Overview of Data Modelling
Speaker : Prof. Guido Bakema

Setelah itu acara akan dilanjutkan khusus untuk tingkat 3 :
Pukul : 17.00 – 19.00
Tempat : Auditorium
Agenda : Introduction to Data Modelling and Data Intensive System
Speaker : Prof. Guido Bakema

Acara seminar lumayan panjanglah, setelah sang Prof, Sir Guido Bakema yang membawakan kotbah dikebaktian jumat, acara seminar untuk dua sesi harus dibawakan beliau.

Intinya, dalam seminar tersebut, Prof. Guido Bakema dari HAN University’s Academy of Communication and Information Technology, memberikan Overview dan Introduction terhadap Data Modelling. Data Modeling yang mereka gunakan adalah pemodelan data dengan menggunakan fakta-fakta yang ada.

Jadi ini berbeda prinsipnya dari penyelesaian pemodelan yang biasa kita ketahui selama ini. Dimana yang biasanya kita harus menentukan berapa entity yang ada, atributnya, hubungan antara entity (relationship), constraint, dll, lain masih lain lagi dengan proses normalisasi pada rancangan database yang kita buat, pokoknya lumayan ribetlah apalagi untuk data yang skalanya besar.

Namun dengan CaseTalk yang memodelkan data dengan fakta-fakta yang ada, semuanya itu tidak terlalu rumit. Kita cukup mengetahui fakta yang ada dan membuatnya dalam statement. Statement inilah nanti yang akan diubah menjadi data modeling dan menjadi sintaks SQL yang nantinya bisa dijalankan pada DBMS yang kita mau. Contohnya yang dibuatkan pada presentasi sang Prof yaitu pada masalah dimana suatu bangunan memiliki beberapa lantai (floor), setiap lantai memiliki pintu masuk (emergency exit) yang berbeda-beda jumlahnya, ruangan yang dimiliki setiap lantai (room), tempat duduk (seat), dan peralatan yang ada dalam setiap ruangan. Nah, bagaimana kita memodelkan data ini dengan fakta-fakta yang ada???

“There are 2 emergency exit in first floor “, dengan fakta yang ini, maka CaseTalk akan mengubahnya dalam suatu pemodelan data dan dengan seperti itulah semua data akan dihubungkan dan menhasilkan sintaks yang SQL yang bisa kita run nantinya. Untuk detail ceritanya, nantilah dikasi tahu setelah slide presentasi beserta tutorialnya diberikan.

Pemodelan data dengan fakta yang ada tersebut merupakan Research and Competence group Data Architectures & Metadata Manageme Academy of Communication and Information Technology HAN University of Applied Sciences, Arnhem/Nijmegen, The Netherlands, sang Prof beserta team yang dia miliki. Jadi tidak salah lagi, hasil riset mereka ini diimplemtasikan dalam perusahaan penerbangan terbesar yang ada.

Oh ya… satu pelajaran lagi yang bisa diambil dari hasil presentasi Prof. Guido Bakema pada sesi awal presentasi yang menunjukkan sebagian situasi dan kehidupan di negara mereka Belanda, ternyata rasa kekeluargaan disana masih sangat tinggi.

Kategori:IT, Kampus, Kuliah, Pidel

CaseTalk and Data Modeling

Februari 27, 2009 5 komentar
CaseTalk is the case-tool which enables you to create 100% conceptual models based upon elementary fact expression in natural language. End users are able to validate the model by the re-verbalising capabilities of CaseTalk. CaseTalk supports developers and database designers by transforming the conceptual model into different logical models (See also ourFCO-IM Bridge for UML class-diagrams and ER models).

Diagramming supports analysts, developers and others involved in the modelling and documenting phases. CaseTalk is founded upon a solid methodology called Fully Communication Oriented Information Modelling (FCO-IM) which is the most prominent successor of NIAM. (Also known as ORM or Object Role Modelling.)

Begitulah kira-kira deskripsi singkat mengenai CaseTalk yang memang baru saja saya kenal. Meskipun dengan perjuangan yang harus menghadiri seminar alias kuliah umum ditempat kami, PIDEL tercinta, dengan suasana hujan yang membuat diri harus berakibat mengantuk dan juga telinga yang harus peka dan menajamkannya agar mengerti apa yang diutarakan si pembicara. Mengapa tidak beliau berbicara dengan English, mau dibilang berbahasa Indonesia atau Batak, ga mungkinlah. Wong kita harus berusaha untuk menyesuaikannya.

Adapun acara kuliah umum tersebut dibagi dalam dua bagian sesuai dengan petunjuk yang ada di akademik:

Hari/Tanggal : Jumat, 27 Februari 2009
Pukul : 15.00 – 17.00
Tempat : Auditorium
Agenda : – Study in Netherlands
– Overview of Data Modelling
Speaker : Prof. Guido Bakema

Setelah itu acara akan dilanjutkan khusus untuk tingkat 3 :
Pukul : 17.00 – 19.00
Tempat : Auditorium
Agenda : Introduction to Data Modelling and Data Intensive System
Speaker : Prof. Guido Bakema

Acara seminar lumayan panjanglah, setelah sang Prof, Sir Guido Bakema yang membawakan kotbah dikebaktian jumat, acara seminar untuk dua sesi harus dibawakan beliau.

Intinya, dalam seminar tersebut, Prof. Guido Bakema dari HAN University’s Academy of Communication and Information Technology, memberikan Overview dan Introduction terhadap Data Modelling. Data Modeling yang mereka gunakan adalah pemodelan data dengan menggunakan fakta-fakta yang ada.

Jadi ini berbeda prinsipnya dari penyelesaian pemodelan yang biasa kita ketahui selama ini. Dimana yang biasanya kita harus menentukan berapa entity yang ada, atributnya, hubungan antara entity (relationship), constraint, dll, lain masih lain lagi dengan proses normalisasi pada rancangan database yang kita buat, pokoknya lumayan ribetlah apalagi untuk data yang skalanya besar.

Namun dengan CaseTalk yang memodelkan data dengan fakta-fakta yang ada, semuanya itu tidak terlalu rumit. Kita cukup mengetahui fakta yang ada dan membuatnya dalam statement. Statement inilah nanti yang akan diubah menjadi data modeling dan menjadi sintaks SQL yang nantinya bisa dijalankan pada DBMS yang kita mau. Contohnya yang dibuatkan pada presentasi sang Prof yaitu pada masalah dimana suatu bangunan memiliki beberapa lantai (floor), setiap lantai memiliki pintu masuk (emergency exit) yang berbeda-beda jumlahnya, ruangan yang dimiliki setiap lantai (room), tempat duduk (seat), dan peralatan yang ada dalam setiap ruangan. Nah, bagaimana kita memodelkan data ini dengan fakta-fakta yang ada???

“There are 2 emergency exit in first floor “, dengan fakta yang ini, maka CaseTalk akan mengubahnya dalam suatu pemodelan data dan dengan seperti itulah semua data akan dihubungkan dan menhasilkan sintaks yang SQL yang bisa kita run nantinya. Untuk detail ceritanya, nantilah dikasi tahu setelah slide presentasi beserta tutorialnya diberikan.

Pemodelan data dengan fakta yang ada tersebut merupakan Research and Competence group Data Architectures & Metadata Manageme Academy of Communication and Information Technology HAN University of Applied Sciences, Arnhem/Nijmegen, The Netherlands, sang Prof beserta team yang dia miliki. Jadi tidak salah lagi, hasil riset mereka ini diimplemtasikan dalam perusahaan penerbangan terbesar yang ada.

Oh ya… satu pelajaran lagi yang bisa diambil dari hasil presentasi Prof. Guido Bakema pada sesi awal presentasi yang menunjukkan sebagian situasi dan kehidupan di negara mereka Belanda, ternyata rasa kekeluargaan disana masih sangat tinggi.

Kategori:IT, Kampus, Kuliah, Pidel

CaseTalk and Data Modeling

CaseTalk is the case-tool which enables you to create 100% conceptual models based upon elementary fact expression in natural language. End users are able to validate the model by the re-verbalising capabilities of CaseTalk. CaseTalk supports developers and database designers by transforming the conceptual model into different logical models (See also ourFCO-IM Bridge for UML class-diagrams and ER models).

Diagramming supports analysts, developers and others involved in the modelling and documenting phases. CaseTalk is founded upon a solid methodology called Fully Communication Oriented Information Modelling (FCO-IM) which is the most prominent successor of NIAM. (Also known as ORM or Object Role Modelling.)

Begitulah kira-kira deskripsi singkat mengenai CaseTalk yang memang baru saja saya kenal. Meskipun dengan perjuangan yang harus menghadiri seminar alias kuliah umum ditempat kami, PIDEL tercinta, dengan suasana hujan yang membuat diri harus berakibat mengantuk dan juga telinga yang harus peka dan menajamkannya agar mengerti apa yang diutarakan si pembicara. Mengapa tidak beliau berbicara dengan English, mau dibilang berbahasa Indonesia atau Batak, ga mungkinlah. Wong kita harus berusaha untuk menyesuaikannya.

Adapun acara kuliah umum tersebut dibagi dalam dua bagian sesuai dengan petunjuk yang ada di akademik:

Hari/Tanggal : Jumat, 27 Februari 2009
Pukul : 15.00 – 17.00
Tempat : Auditorium
Agenda : – Study in Netherlands
– Overview of Data Modelling
Speaker : Prof. Guido Bakema

Setelah itu acara akan dilanjutkan khusus untuk tingkat 3 :
Pukul : 17.00 – 19.00
Tempat : Auditorium
Agenda : Introduction to Data Modelling and Data Intensive System
Speaker : Prof. Guido Bakema

Acara seminar lumayan panjanglah, setelah sang Prof, Sir Guido Bakema yang membawakan kotbah dikebaktian jumat, acara seminar untuk dua sesi harus dibawakan beliau.

Intinya, dalam seminar tersebut, Prof. Guido Bakema dari HAN University’s Academy of Communication and Information Technology, memberikan Overview dan Introduction terhadap Data Modelling. Data Modeling yang mereka gunakan adalah pemodelan data dengan menggunakan fakta-fakta yang ada.

Jadi ini berbeda prinsipnya dari penyelesaian pemodelan yang biasa kita ketahui selama ini. Dimana yang biasanya kita harus menentukan berapa entity yang ada, atributnya, hubungan antara entity (relationship), constraint, dll, lain masih lain lagi dengan proses normalisasi pada rancangan database yang kita buat, pokoknya lumayan ribetlah apalagi untuk data yang skalanya besar.

Namun dengan CaseTalk yang memodelkan data dengan fakta-fakta yang ada, semuanya itu tidak terlalu rumit. Kita cukup mengetahui fakta yang ada dan membuatnya dalam statement. Statement inilah nanti yang akan diubah menjadi data modeling dan menjadi sintaks SQL yang nantinya bisa dijalankan pada DBMS yang kita mau. Contohnya yang dibuatkan pada presentasi sang Prof yaitu pada masalah dimana suatu bangunan memiliki beberapa lantai (floor), setiap lantai memiliki pintu masuk (emergency exit) yang berbeda-beda jumlahnya, ruangan yang dimiliki setiap lantai (room), tempat duduk (seat), dan peralatan yang ada dalam setiap ruangan. Nah, bagaimana kita memodelkan data ini dengan fakta-fakta yang ada???

“There are 2 emergency exit in first floor “, dengan fakta yang ini, maka CaseTalk akan mengubahnya dalam suatu pemodelan data dan dengan seperti itulah semua data akan dihubungkan dan menhasilkan sintaks yang SQL yang bisa kita run nantinya. Untuk detail ceritanya, nantilah dikasi tahu setelah slide presentasi beserta tutorialnya diberikan.

Pemodelan data dengan fakta yang ada tersebut merupakan Research and Competence group Data Architectures & Metadata Manageme Academy of Communication and Information Technology HAN University of Applied Sciences, Arnhem/Nijmegen, The Netherlands, sang Prof beserta team yang dia miliki. Jadi tidak salah lagi, hasil riset mereka ini diimplemtasikan dalam perusahaan penerbangan terbesar yang ada.

Oh ya… satu pelajaran lagi yang bisa diambil dari hasil presentasi Prof. Guido Bakema pada sesi awal presentasi yang menunjukkan sebagian situasi dan kehidupan di negara mereka Belanda, ternyata rasa kekeluargaan disana masih sangat tinggi.

Kategori:IT, Kampus, Kuliah, Pidel

Seminar Tanaman Obat

Februari 18, 2009 3 komentar

p { margin: 0; }
p { margin: 0; }

Seminar Tanaman Obat, itulah nama acara yang diselenggarakan pada 18 February 2009 bertempat di aula PIDEL dan diikuti oleh seluruh mahasiswa/i PIDEL beserta staff dan dosen. Acara itu juga dihadiri undangan dari Dinas Pertanian Tobasa, Kepala Rumah Sakit yang ada di Tobasa, Apoteker dari Arjuna, utusan dari UHN, Camat dll.

Seminar ini dibawkan dengan presentasi dari Bapak James Sinambela, Dexa Laboratories of Biomolecular Science, PT Dexa Medica, Jakarta. Adapun yang menjadi topiknya adalah atau judul presentasinya “Tanaman Obat Indonesia: Pengembangannya sebagai Sediaan Fitofarmaka“.

Sediaan obat herba yang ada di Indonesia dibedakan atas tiga kategori, yaitu:

  • Empiris, misalnya sediaan tradisional Jamu.
  • Terstandar dengan uji pre-klinik
  • Fitofarmaka, terstandar dengan uji klinis.

Itulah kira-kira pengertian fitofarmaka disini, bahwa tanaman obat yang ada itu, agar aman digunakan harus sudah terstandar dengan uji klinis.

Agak rada ga nyambung juga sih kalo dilihat, anak informatika dikasih info seputar farmasi. Tetapi terpaksalah harus diikuti dan setelah diikuti dan diikuti, mulai nyambunglah dan lebih mengerti sedikit informasi seputar farmasi. Beliau juga dengan panjang lebar menjelaskan seputar Obat Herba yang banyak dihasilkan dari lingkungan sekitar kita, latar belakang dan perkembangan obat Herba di dunia dan mcam-macamlah.

Dan sebagai penutup yang terdapat di slide presentasi yang juga dibagikan hasil cetakannya dikatakan:

  • Nilai pasar dunia untuk herba medisinal dan produk hasil olahnya sangat besar dan masih terus bertumbuh.
  • Kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia adalah lahan potensial untuk dieksplorasi sistematis secara ‘bioprospecting’ fitofarmaka.
  • Tanaman obat Indonesia memiliki banyak peluang untuk ikut pasar herba Internasional.
  • Bentuk ekstrak merupakan salah satu pilihan yang cocok untuk pengembangan produk fitofarmaka, sesuai dengan tuntutan pasar modern.

Kira-kira seperti itulah point-point inti dari hasil presentasi tersebut. Akhir presentasi, diberikan sesi tanya jawab antara peserta dengan Pak James dan juga terhadap staff Menristek. Katanya yang buat pertanyaan bakal dapat hadiah, enak dongs, tetapi ga langsung, melainkan dikirimkan nantinya.

Oh ya, rencananya oleh staff ahli menristek, mereka rencananya mau menjadikan tanaman Temulawak sebagai tanaman asli Indonesia supaya bangsa-bangsa lain tidak mengklaimnya sebagai milik mereka. Yah… mudah-mudahanlah itu tercapai dan sukses. Bayangkan, katanya sudah banyak tanaman Indonesia diklaim bangsa lain sebagai milik asli mereka, seperti Durian, Mangga, Kapok dan yang lainnya. Sungguh sangat disayangkan memang, tidak hanya pulau-pulau atau tarian yang diklaim bangsa lain, tetapi tanaman juga sudah ikut ternyata.

Marilah kita menjaga semua tanaman yang ada disekitar kita dan mari kita budi dayakan dan lestarikan itu semua, khususnya tanaman-tanaman yang bisa dijadikan untuk obat. Mari hidup sehat dengan alam…..:)