Archive

Archive for the ‘Nation’ Category

Asian Beach Game

Oktober 20, 2008 5 komentar

Asian Beach Game 2008 atau yang lebih dikenal dengan istilah ABG 2008 merupakan ajang kompetisi untuk olah raga air dan pantai yang pertama dilakukan didunia. Sebagai pembuka, ajang ini hanya meliput negara-negara Asia saja dan belum mencakup seluruh negara didunia. ABG ini dilaksanakan di Bali dan akan berlangsung mulai 18 Oktober hingga 26 Oktober 2008 dan pembukaannya dilaksanakan di Garuda Wisnu Kencana in Nusadua, Badung oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Ajang ini juga sebagai ajang promosi pariwisata Bali ke negara-negara lain.Maskot dari ABG 2008 ini adalah Jalak Bali.

Peserta ABG ini ada 45 negara dan cabang olah raga yang diperlombakan ada 19 cabang dan kebanyakan olah raga tersebut merupakan hal yang baru dan yang belum pernah kita lihat sebelumnya.

Cabang olah raga yang diperlombakan yaitu:

* Beach Basketball
* Beach Handball
* Beach Kabaddi
* Beach Pencak Silat
* Beach Sepaktakraw
* Beach Soccer
* Beach Wrestling
* Beach Volleyball
* Bodybuilding
* Dragon Boat Racing
* Jet Skiing
* Marathon swimming
* Paragliding
* Sailing
* Surfing
* Triathlon
* Water Polo
* Windsurfing
* Woodball

Untuk informasi mengenai perkembangan dari ABG 2008 ini, berupa jadwal pertandingan, hasil kompetisi dan berita lainnya dapat kita akses di bali2008 dan asianbeachgames . Untuk informasi lainnya dapat kita juga akses dari wikipedia.

Selamatlah untuk para peserta dan penyelenggara, semoga ajang ini berjalan dengan baik dan terhindar dari gangguan yang ada. Semoga juga ajang kompetisi ini membawa dampak bagi perkembangan pariwisata di Indonesia.

Bravo Asian Beach Game 2008!!!!

Kategori:Event, Nation, Sports

Asian Beach Game

Oktober 20, 2008 6 komentar

Asian Beach Game 2008 atau yang lebih dikenal dengan istilah ABG 2008 merupakan ajang kompetisi untuk olah raga air dan pantai yang pertama dilakukan didunia. Sebagai pembuka, ajang ini hanya meliput negara-negara Asia saja dan belum mencakup seluruh negara didunia. ABG ini dilaksanakan di Bali dan akan berlangsung mulai 18 Oktober hingga 26 Oktober 2008 dan pembukaannya dilaksanakan di Garuda Wisnu Kencana in Nusadua, Badung oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Ajang ini juga sebagai ajang promosi pariwisata Bali ke negara-negara lain.Maskot dari ABG 2008 ini adalah Jalak Bali.

Peserta ABG ini ada 45 negara dan cabang olah raga yang diperlombakan ada 19 cabang dan kebanyakan olah raga tersebut merupakan hal yang baru dan yang belum pernah kita lihat sebelumnya.

Cabang olah raga yang diperlombakan yaitu:

* Beach Basketball
* Beach Handball
* Beach Kabaddi
* Beach Pencak Silat
* Beach Sepaktakraw
* Beach Soccer
* Beach Wrestling
* Beach Volleyball
* Bodybuilding
* Dragon Boat Racing
* Jet Skiing
* Marathon swimming
* Paragliding
* Sailing
* Surfing
* Triathlon
* Water Polo
* Windsurfing
* Woodball

Untuk informasi mengenai perkembangan dari ABG 2008 ini, berupa jadwal pertandingan, hasil kompetisi dan berita lainnya dapat kita akses di bali2008 dan asianbeachgames . Untuk informasi lainnya dapat kita juga akses dari wikipedia.

Selamatlah untuk para peserta dan penyelenggara, semoga ajang ini berjalan dengan baik dan terhindar dari gangguan yang ada. Semoga juga ajang kompetisi ini membawa dampak bagi perkembangan pariwisata di Indonesia.

Bravo Asian Beach Game 2008!!!!

Kategori:Event, Nation, Sports

Persiapan Akreditasi

September 26, 2008 6 komentar
Dalam waktu dekat ini, Pidel yang merupakan salah satu Politeknik Informatika yang ada di daerah Toba, Sumatera Utara akan mengikuti proses Akreditasi yang akan dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Setiap PT yang ada, baik negeri maupun swasta harus megikuti proses akreditasi ini untuk setiap program study yang ada di PT tersebut dan untuk mendapatkan itu, sebuah PT (Perguruan Tinggi) minimal harus sudah memiliki lulusan untuk lima angkatan.

Yah, behubung Pidel telah memiliki lulusan lima angkatan dan angkatan terakhir diwisuda minggu kedua bulan September kemarin, maka proses akreditasi akan dilakukan secepatnya dan itu akan berlangsung bulan Oktober nanti setelah libur Hari Raya Idul Fitri. Semoga Pidel mendapatkan nilai Akreditasi yang maksimal dan kalau boleh yang paling tinggi dong. Proses ini dan hasilnya nanti, katanya akan sangat membantu apabila ada mahasiswa/i yang akan melanjutkan study-nya ke Perguruan Tinggi yang lain.

Program studi yang akan di akreditasi yang ada di Pidel ada tiga prodi, yaitu Manajemen Informatika (Sistem Informasi), Teknik Informasi (Teknik Informatika), dan Teknik Komputer spesialisasi Jaringan Komputer.

Saya coba browsing dan cari-cari informasi bagaimana kriteria dan kenapa proses akreditasi untuk PT itu harus dilakukan, nih dia yang saya ambil dari Yahoo Answer:


Karena tidak lagi membedakan negeri dan swasta, pengertian akreditasi dalam dunia pendidikan tinggi adalah pengakuan atas suatu lembaga pendidikan yang menjamin standar minimal sehingga lulusannya memenuhi kualifikasi untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi atau memasuki pendidikan spesialisasi, atau untuk dapat menjalankan praktek profesinya (to recognize an educational institution as maintaining standards that qualify the graduates for admission to higher or more specialized institutions or for professional practice).
Akreditasi perguruan tinggi yang diterapkan dalam sistem pendidikan nasional dimaksudkan untuk menilai penyelenggaraan pendidikan tinggi. Penilaian itu diarahkan pada tujuan ganda, yaitu:

1. menginformasikan kinerja perguruan tinggi kepada masyarakat
2.mengemukakan langkah pembinaan yang perlu ditempuh terutama oleh perguruan tinggi dan pemerintah, serta partisipasi masyarakat.

Peringkat pengakuan yang diberikan oleh pemerintah pada perguruan tinggi didasarkan atas hasil akreditasi perguruan tinggi yang dilaksanakan oleh BAN-PT, dengan melakukan akreditasi yang meliputi akreditasi lembaga dan akreditasi program studi.

Kriteria penilaian untuk akreditasi lembaga terdiri atas:

1. Izin penyelenggaraan pendidikan tinggi
2. Persyaratan dan kelayakan penyelenggaraan pendidikan tinggi
3. Relevansi penyelenggaraan program pendidikan dengan pembangunan
4. Kinerja perguruan tinggi
5. Efisiensi pengelolaan perguruan tinggi.

Kriteria penilaian untuk akreditasi program studi terdiri atas:

1. Identitas
2. Izin penyelenggaraan program studi
3.Kesesuaian penyelenggaraan program studi dengan peraturan perundang-udangan
4. Relevansi penyelenggaraan program studi
5. Sarana dan prasarana
6. Efisiensi penyelenggaraan program studi
7. Produktivitas program studi
8. Mutu lulusan.

Klasifikasi penilaian untuk semua kriteria tersebut ditentukan oleh 3 aspek, yaitu mutu (bobot 50%), efisiensi (25%), dan relevansi (25%).

Sesudah melalui penghitungan semua nilai kriteria, didapat peringkat akreditasi perguruan tinggi sebagai berikut:

Nilai dan Peringkat Akreditasi Perguruan Tinggi

Nilai Peringkat

0-400 : NA
401-500 : C
501-600 : B
601-700 : A

Mengingat jumlah perguruan tinggi yang menjadi sasaran saat ini lebih dari 1400, serta bentuk dan ragam program pendidikan yang diselenggarakan, akreditasi perguruan tinggi dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan. Pelaksanaan akreditasi perguruan tinggi oleh BAN-PT diawali dengan melakukan uji coba pada beberapa perguruan tinggi yang menyelenggarakan satu program studi. Selanjutnya dilaksanakan secara berkala dan bertahap serta terus menerus.

Informasi tambahan mengenai ini, dapat juga kita lihat di webnya dikti dan di pts.co.id

Kategori:Event, Kampus, Nation

Persiapan Akreditasi

September 26, 2008 6 komentar
Dalam waktu dekat ini, Pidel yang merupakan salah satu Politeknik Informatika yang ada di daerah Toba, Sumatera Utara akan mengikuti proses Akreditasi yang akan dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Setiap PT yang ada, baik negeri maupun swasta harus megikuti proses akreditasi ini untuk setiap program study yang ada di PT tersebut dan untuk mendapatkan itu, sebuah PT (Perguruan Tinggi) minimal harus sudah memiliki lulusan untuk lima angkatan.

Yah, behubung Pidel telah memiliki lulusan lima angkatan dan angkatan terakhir diwisuda minggu kedua bulan September kemarin, maka proses akreditasi akan dilakukan secepatnya dan itu akan berlangsung bulan Oktober nanti setelah libur Hari Raya Idul Fitri. Semoga Pidel mendapatkan nilai Akreditasi yang maksimal dan kalau boleh yang paling tinggi dong. Proses ini dan hasilnya nanti, katanya akan sangat membantu apabila ada mahasiswa/i yang akan melanjutkan study-nya ke Perguruan Tinggi yang lain.

Program studi yang akan di akreditasi yang ada di Pidel ada tiga prodi, yaitu Manajemen Informatika (Sistem Informasi), Teknik Informasi (Teknik Informatika), dan Teknik Komputer spesialisasi Jaringan Komputer.

Saya coba browsing dan cari-cari informasi bagaimana kriteria dan kenapa proses akreditasi untuk PT itu harus dilakukan, nih dia yang saya ambil dari Yahoo Answer:


Karena tidak lagi membedakan negeri dan swasta, pengertian akreditasi dalam dunia pendidikan tinggi adalah pengakuan atas suatu lembaga pendidikan yang menjamin standar minimal sehingga lulusannya memenuhi kualifikasi untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi atau memasuki pendidikan spesialisasi, atau untuk dapat menjalankan praktek profesinya (to recognize an educational institution as maintaining standards that qualify the graduates for admission to higher or more specialized institutions or for professional practice).
Akreditasi perguruan tinggi yang diterapkan dalam sistem pendidikan nasional dimaksudkan untuk menilai penyelenggaraan pendidikan tinggi. Penilaian itu diarahkan pada tujuan ganda, yaitu:

1. menginformasikan kinerja perguruan tinggi kepada masyarakat
2.mengemukakan langkah pembinaan yang perlu ditempuh terutama oleh perguruan tinggi dan pemerintah, serta partisipasi masyarakat.

Peringkat pengakuan yang diberikan oleh pemerintah pada perguruan tinggi didasarkan atas hasil akreditasi perguruan tinggi yang dilaksanakan oleh BAN-PT, dengan melakukan akreditasi yang meliputi akreditasi lembaga dan akreditasi program studi.

Kriteria penilaian untuk akreditasi lembaga terdiri atas:

1. Izin penyelenggaraan pendidikan tinggi
2. Persyaratan dan kelayakan penyelenggaraan pendidikan tinggi
3. Relevansi penyelenggaraan program pendidikan dengan pembangunan
4. Kinerja perguruan tinggi
5. Efisiensi pengelolaan perguruan tinggi.

Kriteria penilaian untuk akreditasi program studi terdiri atas:

1. Identitas
2. Izin penyelenggaraan program studi
3.Kesesuaian penyelenggaraan program studi dengan peraturan perundang-udangan
4. Relevansi penyelenggaraan program studi
5. Sarana dan prasarana
6. Efisiensi penyelenggaraan program studi
7. Produktivitas program studi
8. Mutu lulusan.

Klasifikasi penilaian untuk semua kriteria tersebut ditentukan oleh 3 aspek, yaitu mutu (bobot 50%), efisiensi (25%), dan relevansi (25%).

Sesudah melalui penghitungan semua nilai kriteria, didapat peringkat akreditasi perguruan tinggi sebagai berikut:

Nilai dan Peringkat Akreditasi Perguruan Tinggi

Nilai Peringkat

0-400 : NA
401-500 : C
501-600 : B
601-700 : A

Mengingat jumlah perguruan tinggi yang menjadi sasaran saat ini lebih dari 1400, serta bentuk dan ragam program pendidikan yang diselenggarakan, akreditasi perguruan tinggi dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan. Pelaksanaan akreditasi perguruan tinggi oleh BAN-PT diawali dengan melakukan uji coba pada beberapa perguruan tinggi yang menyelenggarakan satu program studi. Selanjutnya dilaksanakan secara berkala dan bertahap serta terus menerus.

Informasi tambahan mengenai ini, dapat juga kita lihat di webnya dikti dan di pts.co.id

Kategori:Event, Kampus, Nation

MEMBANGUN INDONESIA YANG PLURALISME BERASASKAN PANCASILA

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya, demikianlah kata bijak yang acapkali disampaikan oleh para petingi negara ini dalam pidatonya. Kata bijak tersebut pantas menjadi bagian dari tindak perilaku kita dalam kehidupan sosial yang dijalani sehari-hari. Artinya bahwa kata bijak tersebut harus kita praktekkan dalam kehidupan nyata dan bukan hanya sebatas pemanis ungkapan belaka.

Dalam perjuangan para pahlawan bangsa ini untuk mengusir penjajah ada beberapa nama yang ngetop dibenakku. Diantaranya Teuku Umar, Sultan Hasanuddin, Sisingamangaraja XII, Pangeran Antasari dan Tuanku Imam Bonjol. Mereka adalah para pejuang yang murni berjuang untuk mempertahankan negerinya dari gempuran penjajah. Namun hasil analisis menunjukkan bahwa perjuangan mereka cenderung gagal disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:

Ø Perjuangannya masih bersifat kedaerahan. Mereka cenderung masih memperjungkan daerah/tanah kelahiran masing-masing. Saat itu belum ada konsep pemikiran bahwa sebenarnya mereka adalah satu dalam tanah Air Indonesia. Bahkan kemudian timbul peperangan antar daerah yang disebabkan oleh adu domba dari penjajah.

Ø Peralatan perang yang digunakan masih kuno. Peralatan perang yang sering digunakan adalah bambu runcing dan senjata khas daerah masing-masing (seperti Rencong dari Aceh, “parang” dari Tapanuli((bener gak seh? Aku lupa: malu juga neh)) dan keris dari Jawa). Peralatan perang yang mereka gunakan tersebut sungguh jauh ketinggalan bila dibandingkan dengan peralatan perang penjajah yang sudah menggunakan teknologi industri modern.

Ø Kepemimpinan terkonsentrasi pada tokoh agama dan tokoh adat. Hal ini menyebabkan kader kepemimpinan lama bergerak dan jika pemimpin mereka tertangkap atau menyerah maka secara keseluruhan perjuangan akan lumpuh.

Namun pergerakan perjuangan kedaerahan beberapa waktu kemudian mengalami perubahan karena telah mulai timbul kesadaran bahwa sebenarnya mereka satu dalam naungan ibu pertiwi. Saya masih ingat apa yang dikatakan Bung Karno dalam salah satu bukunya bahwa “Indonesia perlu menyatukan seluruh kekuatan untuk kesatuan”. Tanpa membedakan dan melihat latar belakang SARA yang ada disekeliling kita. Apakah loe orang Betawi, apakah kau orang Batak, apakah aing orang Sunda, apakah kamu orang kalimantan. Atau tanpa melihat sebagai Islam, sebagai Protestan, sebagai Katholik, sebagai Budha, dan sebagai Hindu dan Aliran kepercayaan yang pada prinsipnya merupakan satu kesatuan.

Konsep pemikiran yang disampaikan oleh Bung Karno adalah Nasionalisme dan ini menjadi awal sejarah yang baru bagi Indonesia untuk semakin berani menyakatan eksistensinya di dunia Internasional. Hal itu sejalan dengan semboyan negara ini yaitu Bhinneka Tunggal Ika artinya biarpun berbeda-beda namun tetap satu juga. Dan sudah seyogianya semboyan tersebut kita pertahankan dan dilestarikan.

Melihat beberapa kejadian yang belakangan timbul di tanah air, muncul pemikiran dalam benak saya bahwa kita perlu untuk mengangkat kembali pemahaman terhadap pluralisme Indonesia sebagai satu kesatuan dan merupakan aset bangsa yang berperanan besar dalam proses pembangunan dan pencapain tujuan dan cita-cita bangsa ini. Beberapa fakta yang dapat kita lihat adalah tindakan dari para suporter sepak bola Indonesia. Hampir disetiap liga timbul kerusuhan manakala tim yang mereka bela kalah dan umumnya tim yang mereka bela adalah tim daerah asal masing-masing. Membela tim adalah hal yang wajar dan merupakan wujud dari kepedulian kita terhadap tanah kelahiran (daerah asal), namun yang patut disayangkan adalah dukungan yang diberikan terlalu fanatik sehingga kemudian timbul emosional di luar jangkauan. Hal ini menyebabkan nasib klub sepakbola Indonesia stagnan dan bahkan mengalami pemerosotan prestasi.

Fakta lain yang dapat kita lihat adalah dalam pemilihan kepala daerah baik Gubernur, Walikota atau Bupati. Pada hakekatnya masyarakat yang berbudaya hukum akan menerima pemimpin mereka dengan ikhlas manakala pemimpin tersebut telah melalui proses pemilihan atau ditentukan lembaga negara yang berwenang. Namun fakta yang kemudian timbul adalah adanya tindakan para pendukung calon tertentu yang anarkhis ketika calon yang mereka dukung gagal memenangi pemilu. Kejadian yang terjadi di Ambon merupakan tindakan yang patut disayangkan karena tindakan tersebut tidak pantas terjadi dan bertentangan dengan falsafah bangsa.

Tanah air Indonesia sebagai satu kesatuan yang membentang dari Barat ke Timur dalam konsep lain disebut Wawasan Nusantara adalah milik kita bersama. Maka kita boleh berbuat dan berkarya untuk bangsa ini. Pancasila sebagai dasar negara menjadi falsafah hidup dan landasan pergerakan keIndonesiaan. Di dalam pancasila terkandung nilai-nilai yang merupakan ciri khas kepribadian bangsa dan itulah yang seharusnya terus kita pakai sebagai patokan hidup.

Salam Perjuangan….

Sinurat Mekar C.SH

Artikel diatas “MEMBANGUN INDONESIA YANG PLURALISME BERASASKAN PANCASILA” merupakan artikel yang lumayan bermakna juga pikirku, dimana artikel ini merupakan buah pikiran dari sang kawan, Sinurat Mekar yang kebetulan kuliah di bidang Hukum. Encer juga otak si kawan ini dalam berargumentasi pikirku dan membuat artikel yang bisa menggugah hati. Yah meskipun saya terlambat dalam membacanya di Inbox yang kebetulan diisi dengan ribuan email yang masuk yang membuat saya lagi kewalahan, tetapi ini sengaja saya sisihkan karena memiliki isi yang bagus. Oh.. sorry ya kawan belum permisi aku caplok artikelmu yang di milis kita ok…. belum sempat buat izinnya he…he…:)

HUT Proklamasi RI Ke-63

Agustus 17, 2008 4 komentar

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta

Begitulah isi teks proklamasi yang dibacakan oleh Soekarno sebagai presiden RI pertama yang memulai lembaran baru bangsa Indosesia sebagai bangsa Merdeka yang bebas dari penjajahan.
Namun, apakah kebanggaan atas Indonesia merdeka itu dan kecintaan akan bangsa masih melekat di hati kita sekarang ini selaku masyarakat Indonesia yang menjalani umur yang ke-63 ini?
Yah..sangat disayangkan sekali, hal itu makin luntur di era sekarang ini, terbukti dari kurang antusiasnya masyarakat untuk mengikuti perayaan tersebut. Pengibaran bendera di depan rumah penduduk sebagai tanda HUT RI makin jarang dilakukan dan bahkan ada yang sama sekali tidak melakukan dan memperdulikannya. Padahal apalah sulitnya untuk mengibarkan bendera dengan menancapkannya pada sebuah kayu atau entah apalah yang bisa sebagai tempat sang saka untuk berkibar.
Hal yang sangat ironis sekali kita lihat sekarang ini di masa kemerdekaan ini yaitu, ,asih banyknya masyarakat yang belum merdeka, merdeka dari keterpurukan ekonomi, merdeka dari keterbelakangan, merdeka dari kebodohan, merdeka dari mental bangsa yang sekarang ini makin anrkis, dan masih banyaklah segi kehidupan bangsa yang belum merdeka.
Tapi, kapankah kita dan bangsa kita merdeka dari hal-hal tersebut????? itu merupakan pertnyaan yang sangat sulit dijawab namun sangat mudah untuk melakukannya. Kuncinya adalah berawal dari diri kita masing-masing, mari bangkit dan jangan selalu berharap dan ketergantungan akan orang lain maupun mengharapkan belas kasihan dan bantuan dari orang lain. Mari berubah dan mari berpikir bagaimana caranya untuk maju. Ini sesuai dengan tema HUT Proklamasi RI Ke-63 tahun ini, yaitu:

Dengan semangat Prokalamasi 17 Agustus 1945, kita lanjutkan
pembangunan ekonomi menuju peningkatan kesejahteraan rakyat, serta kita perkuat
ketahanan nasional meghadapi tantangan global.

Oleh karena itu marilah kita bertindak dan berbuat, jangan hanya berkata dan berbicara, jangan hanya dalam teori, tetapi juga dalam praktek dan implementasi.

Oh ya… bagi tim Indonesia dari cabang bulutangkis, yaitu Markis Kido-Hendra Setiawan yang memberi Indonesia medali emas pertama setelah menundukkan ganda Cina, Cai Yun/Fu Haifeng pada laga final ganda putra sabtu malam kemarin, selamat bagi kalian karena telah memberikan kado kemenangan bagi HUT RI Ke-63. Bagi tim yang lain yang masih mau bertanding, yaitu untuk Nova Widianto/Lilyana Natsir, semangat untuk meraih yang terbaik dan raih medali emas ke dua untuk Indonesia. Bagi Maria Kristin selamat juga buat perolehan medali perunggunya. Dengan demikian kedudukan sementara Indonesia adalah ke-29 dalam Olimpiade Beijing yang sebelumnya berada pada urutan ke -40.
Merdeka!!!!!!!!!
Kategori:Event, Nation, Sports

HUT Proklamasi RI Ke-63

Agustus 17, 2008 4 komentar

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta

Begitulah isi teks proklamasi yang dibacakan oleh Soekarno sebagai presiden RI pertama yang memulai lembaran baru bangsa Indosesia sebagai bangsa Merdeka yang bebas dari penjajahan.
Namun, apakah kebanggaan atas Indonesia merdeka itu dan kecintaan akan bangsa masih melekat di hati kita sekarang ini selaku masyarakat Indonesia yang menjalani umur yang ke-63 ini?
Yah..sangat disayangkan sekali, hal itu makin luntur di era sekarang ini, terbukti dari kurang antusiasnya masyarakat untuk mengikuti perayaan tersebut. Pengibaran bendera di depan rumah penduduk sebagai tanda HUT RI makin jarang dilakukan dan bahkan ada yang sama sekali tidak melakukan dan memperdulikannya. Padahal apalah sulitnya untuk mengibarkan bendera dengan menancapkannya pada sebuah kayu atau entah apalah yang bisa sebagai tempat sang saka untuk berkibar.
Hal yang sangat ironis sekali kita lihat sekarang ini di masa kemerdekaan ini yaitu, ,asih banyknya masyarakat yang belum merdeka, merdeka dari keterpurukan ekonomi, merdeka dari keterbelakangan, merdeka dari kebodohan, merdeka dari mental bangsa yang sekarang ini makin anrkis, dan masih banyaklah segi kehidupan bangsa yang belum merdeka.
Tapi, kapankah kita dan bangsa kita merdeka dari hal-hal tersebut????? itu merupakan pertnyaan yang sangat sulit dijawab namun sangat mudah untuk melakukannya. Kuncinya adalah berawal dari diri kita masing-masing, mari bangkit dan jangan selalu berharap dan ketergantungan akan orang lain maupun mengharapkan belas kasihan dan bantuan dari orang lain. Mari berubah dan mari berpikir bagaimana caranya untuk maju. Ini sesuai dengan tema HUT Proklamasi RI Ke-63 tahun ini, yaitu:

Dengan semangat Prokalamasi 17 Agustus 1945, kita lanjutkan
pembangunan ekonomi menuju peningkatan kesejahteraan rakyat, serta kita perkuat
ketahanan nasional meghadapi tantangan global.

Oleh karena itu marilah kita bertindak dan berbuat, jangan hanya berkata dan berbicara, jangan hanya dalam teori, tetapi juga dalam praktek dan implementasi.

Oh ya… bagi tim Indonesia dari cabang bulutangkis, yaitu Markis Kido-Hendra Setiawan yang memberi Indonesia medali emas pertama setelah menundukkan ganda Cina, Cai Yun/Fu Haifeng pada laga final ganda putra sabtu malam kemarin, selamat bagi kalian karena telah memberikan kado kemenangan bagi HUT RI Ke-63. Bagi tim yang lain yang masih mau bertanding, yaitu untuk Nova Widianto/Lilyana Natsir, semangat untuk meraih yang terbaik dan raih medali emas ke dua untuk Indonesia. Bagi Maria Kristin selamat juga buat perolehan medali perunggunya. Dengan demikian kedudukan sementara Indonesia adalah ke-29 dalam Olimpiade Beijing yang sebelumnya berada pada urutan ke -40.
Merdeka!!!!!!!!!
Kategori:Event, Nation, Sports