Archive

Archive for the ‘IT’ Category

Permainan Pendekar IT

April 1, 2010 1 komentar
Saya seorang pendekar, tunjukkan kalau lamu adalah salah satu dari pendekar tersebut. Bukan berarti harus jago karate atau silat, cukup dengan membuktikan kamu adalah yang tercepat dan benar menjawabnya.
Pendekar yang cakupannya disini adalah gelar untuk memperebutkan pendekar IT dari permainan Pendekar-IT dari Microsoft Indonesia yang juga untuk lebih mengenalkan halaman web MSDN Indonesia kepada para Developer dalam newsletternya tertanggal 26 Maret kemarin.

Microsoft Developer Network (MSDN) Indonesia adalah portal yang menyediakan sumber informasi terdepan bagi Anda khususnya para software developer di area pengembangan berbasis produk dan teknologi Microsoft. Dengan didukung muatan sumber daya resmi dari Microsoft serta fokus terhadap aktivitas komunitas lokal developer, menjadikan MSDN Indonesia sebagai situs acuan utama yang akan Anda butuhkan untuk mengasah kemampuan dan menjadi yang terbaik di bidangnya.

Tanpa panjang lebar lagi, langsung aja cek ke TKP permainan Pendekar-IT tersebut di http://pendekar-it.net, siapa tahu anda dapat hadiahnya dan menjadi pendekarnya. Oh ya, permainan tersebut berisi 10 pertanyaan dalam beberapa kategori, IT Pro dan Developer. Isi pertanyaannya seputar produk terbaru Microsoft yang sudah dan yang akan launching di tahun 2010 ini. Untuk kategori IT Pro, ada Office 2010, SQL Server 2008, Sharepoint 2010, Windows 7, Windows Server 2008, sedangkan untuk kategori Developer ada Visual Studio 2010 dan Silverlight 4.

Anda pengagum dan pengguna produk tersebut, tidak ada salahnya mencoba permainan tersebut dan kalau bisa menjadi top 10 dalam perolehan nilai tertinggi untuk menjadi pendekarnya. Kecepatan dan ketepatan adalah kunci permainan ini dan anda bisa mengulangnya berkali-kali sampai anda bisa menaklukkan para top 10, jika anda bisa.

Selamat mecoba dan siapa pun bisa ikutan!!!

Kategori:IT, Jobs, Kontest

Gideon The Cutpurse on kutukutubuku.com

April 25, 2009 6 komentar
Buku,…… sesuatu yang tidak asing lagi dengan kita. Setiap hari dan setiap saat mungkin kita akan jumpa dengan ini atau melihatnya. Terserah itu mau buku seperti apaan, tp yang pasti itu adalah buku. Dan ada pula istilah yang mengatakan, “Buku adalah gudang ilmu”. Memang istilah situ tidak salah lagi, ilmu yang ada dipermukaan bumi, disebarkan dan dituliskan kebanyakan melalui buku baik secara tercetak maupun digital. Buku yang digital biasa disebut dengan e-Book (Electronic Book) dan kita bisa mengunduh dan mendapatkannya melalui Internet.
Untuk mendapatkan itu, kita tidak harus pergi langsung ke tempat dimana suatu buku dijual. Kita sudah dimudahkan dengan adanya teknologi e-commerce. Dengan e-commerce yaitu transaksi jual beli melalui Internet, kita diberi kemudahan dan mengurangi tenaga dan biaya yang ada. Untuk mendapatkan buku yang kita inginkan, kita tinggal pergi ke salah satu alamat situ e-commerce yang menjual bukulah tentunya. Tinggal dipilih dan dipilih, masukkan ke chart kita dan checkout. Membayarnya pasti harus secara electronic juga dong. Ada yang menyediakan service langsung untuk pembayaran secara langsung setelah checkout yaitu melalui credit card ataupun melalui paypal. Ada juga yang pembayarannya melalui transfer bank yaitu ke no rekening penjual buku tersebut. Setelah ada konfirmasi telah dibayar, maka merchant yang menjadi penjual akan mengeceknya dan mengirimkan barangnya ke tempat kita. Tunggu beberapa hari, buku pesanan sudah datang. Mantapkan… ūüôā
Itulah salah satu proses bisnis yang terjadi dalam e-commerce. Bayak e-commerce yang kita temukan sekarang ini, dan salah satunya adalah¬†kutukutubuku.com, dimana¬†kutukutubuku adalah menjual buku. Dari namanya aja uda tau kita bukan bahwa itu menjual buku. Kutu buku lagi. He..he…. Dengan gabung ke kutukutubuku.com, banyak hal yang bisa kita dapatkan, selain menjadi anggotanya, kita juga dikirimi email dan resensi dari buku-buku baru untuk tiap minggunya. Pokoknya kita tidak terlalu ketinggalanlah tentang informasi buku baru.
Kebetulan beberapa saat lalu, dari email yang dikirimkan ada semacam lombalah dibilang mengenai pembuatan resensi buku di blignya kutukutubuku. Lomba itu adalah membuat menulis resensi pendek Gideon The Cutpurse¬†di blog kita dan copy paste dari blog mereka boleh juga.¬†Pemenang akan diumumkan di blog kutukutubuku.com tanggal 2 Mei 2009 dan akan dihubungi langsung ke pemenang juga lewat email. Ayo buruan kawan-kawan, siapa tau jadi pemenang kan… Oh hadiahnya adalah¬†10 BUKU GRATIS Tar Man, lumayan kan… sekalian nambah koleksi buku.¬†
Nih dia resensi dari¬†Gideon The Cutpurse yang saya copas langsung tanpa dengan permisi, tapi diizinkan loh…

Acara ulang tahun Peter dibatalkan karena ayahnya harus ke kantor. Dalam keadaan marah, ia dipaksa untuk menghabiskan hari bersama Kate yang kemudian mengajak Peter untuk mengunjungi tempat kerja ayahnya yang adalah seorang ilmuwan.

Ketika sedang bermain di dekat mesin anti-gravitasi, accident happen, dan hal berikut yang terjadi, Peter & Kate terbangun di abad 1763! Membuat keadaan makin buruk, kedatangan mereka di abad 1763 disaksikan oleh penjahat kelas kakap, Tar Man yang langsung mencuri mesin anti-gravitasi tersebut. Bagaimana mereka dapat kembali keabad 21 jika mesin yg melemparkan mereka ke masa lalu itu tidak ada?

Peter & Kate ditolong oleh seoarang gentlemen bernama Gideon yang berjanji akan menolong mereka mendapatkan kembali mesin teserbut. Akan tetapi masa lalu Gideon kembali menghantui dan membahayakan nyawa mereka bertiga. Menarik menyimak friendship yang terbangun antara ketiga karakter ini .

Sementara itu, di abad ke-21, polisi kalang kabut melakukan pencarian, mengira Peter & Kate diculik, sedangkan para ilmuwan berusaha mencari tau apa yang sebenarnya terjadi dengan mesin mereka dan anak-anak tersebut.

Ini adalah salah satu dari sedikit buku fantasi yang tidak ada cerita sihir-sihirnya sama sekali dan sangat informatif dengan detil-detil sejarah dan science yang dipaparkan dengan begitu menyenangkan. Who would have thought that history & science can also be fun?

Ayo eksekusi langsung…….
Kategori:Artikel, IT, Serba-serbi

Penerapan Teknopark

Maret 12, 2009 1 komentar
Teknopark, suatu istilah yang baru saya dengar dan memang baru dengarlah. Istilah ini saya dapatkan kemarin sore, 11 Maret 2009 dari hasil Kuliah Umum yang dibawakan oleh Bapak Eko K.Budiarjo dan Bapak Warsito dari Jakarta mengenai Teknopark Politeknik Inormatrika Del. Beliau adalah salah satu pengajar dari Universitas Indonesia (UI) yang nantinya sebagai panitia persiapan pelaksanaan teknopark di daerah sekitar Pidel.

Meskipun sudah sore dan udah agak lumayan mengantuk, dari sini dapat saya tangkap bahwa teknopark itu adalah penerapan teknologi informasi dalam masyarakat termasuk pemerintahannya dalam menjalankan aktivitas mereka sehari-harinya, sehingga dimungkinkan pengumpulan data yang akurat dan terpusat. Akurat dan terpusat maksudnya disini bahwa setiap kegiatan yang terjadi data yang ada itu dipublish atau dipublikasikan ke masyarakat sehinggga setiap kejadian itu dapat diketahui hasilnya dan kemudahan untuk mendapatkan informasi.

Dalam presentasinya, Pak Eko memberikan contoh beberapa Kabupaten di Indonesia yang telah menerapkan teknologi informasi dalam masyarakatnya dan dalam pemerintahannya. Kabupaten tersebut adalah kabupaten Sragen di Jawa dan Kabupaten Jembrana di Bali. Mengapa mereka berhasil dengan itu???? Yah.. dari hasil penuturan beliau, bahwa suatu negara yang maju itu identik dengan teknologi mereka yang maju. Begitu juga dengan kedua kabupaten tersebut, mereka bisa berhasil adalah karena teknologi informasi yang mereka gunakan. Nah, mengapa mereka bisa berhasil adalah karena dukungan dari pemerintah yang sepenuhnya mendukung penerapan teknologi informasi dalam menjalankan pemerintahannya dan juga di dukung oleh sumber daya manusia sebagai teknisi atau pengembang TI tersebut yang juga adalah dari anak daerah kabupaten tersebut. Jadi, faktor keberhasilannya adalah karena dukungan anak daerah yang ingin memajukan daerahnya dengan menerapkan teknologi informasi dan juga dukungan dari pemerintah setempat, yaitu Bupatinya.

Berbalik ke situ, hal yang serupalah yang ingin di terapkan di kabupaten Tobasa sebagai kabupaten dimana Pidel berada yang didalamnya telah ada sumber daya untuk menerapkan teknologi informasi sebagai media pemerintahan dan menyediakan informasi agar semua masyarakat dapat menjangkaunya dengan mudah tanpa ada yan tertutupi. Mudah-mudahan rencana dari panitia penerapan teknopark ini di kabupaten Tobasa bisa dilakukan dalam waktu dekat, meskipun itu dimulai dengan hal-hal yang kecil dan yang pastinya itu harus melibatkan anak daerah dan semua pihak yang terlibat di dalamnya demi tercapainya Kabupaten Toba Samosir yang berbasis teknologi informasi.

Menurut saya, agar ini bisa diterapkan secara berlanjut seperti yang di Sragen, perlu adanya tim yang khusus untuk menangani ini semua yang nantinya bisa diterapkan dalam teknologi informasi. Jadi nantinya akan ada pusat dari TI yang akan mengolah setiap data dan informasi yang ada, apabila setiap pihak yang ingin mendapatkan data tinggal mengaksesnya melalui suatu media tanpa harus datang ke sumber data. Jadi keakuratan data dan data yang selalu up to date bisa terjaga. Dari pimpinan juga harus demikian, memaksakan (istilah kasarnyalah) semua staff-nya belajar untuk menggunakan komputer sebagai dasar untuk bisa menerapkan IT nantinya. Selain itu, belajar untuk menggunakan service-service yang tersedia di Internet yang mendukung pekerjaan mereka. Maka dengan itu mereka akan paham dengan apa manfaat dan kemudahan yang diberikan oleh teknologi informasi. Ini juga akan didukung dengan adanya pemebelajaran dan penerapan mengenai teknologi informasi di sekolah-sekolah yang juga merupakan bagian dari masyarakat.

Horas Martabe (Marsipature Hutanabe)!!!

Kategori:Artikel, Event, IT, Kuliah, Pidel, Tips

Penerapan Teknopark

Maret 12, 2009 1 komentar
Teknopark, suatu istilah yang baru saya dengar dan memang baru dengarlah. Istilah ini saya dapatkan kemarin sore, 11 Maret 2009 dari hasil Kuliah Umum yang dibawakan oleh Bapak Eko K.Budiarjo dan Bapak Warsito dari Jakarta mengenai Teknopark Politeknik Inormatrika Del. Beliau adalah salah satu pengajar dari Universitas Indonesia (UI) yang nantinya sebagai panitia persiapan pelaksanaan teknopark di daerah sekitar Pidel.

Meskipun sudah sore dan udah agak lumayan mengantuk, dari sini dapat saya tangkap bahwa teknopark itu adalah penerapan teknologi informasi dalam masyarakat termasuk pemerintahannya dalam menjalankan aktivitas mereka sehari-harinya, sehingga dimungkinkan pengumpulan data yang akurat dan terpusat. Akurat dan terpusat maksudnya disini bahwa setiap kegiatan yang terjadi data yang ada itu dipublish atau dipublikasikan ke masyarakat sehinggga setiap kejadian itu dapat diketahui hasilnya dan kemudahan untuk mendapatkan informasi.

Dalam presentasinya, Pak Eko memberikan contoh beberapa Kabupaten di Indonesia yang telah menerapkan teknologi informasi dalam masyarakatnya dan dalam pemerintahannya. Kabupaten tersebut adalah kabupaten Sragen di Jawa dan Kabupaten Jembrana di Bali. Mengapa mereka berhasil dengan itu???? Yah.. dari hasil penuturan beliau, bahwa suatu negara yang maju itu identik dengan teknologi mereka yang maju. Begitu juga dengan kedua kabupaten tersebut, mereka bisa berhasil adalah karena teknologi informasi yang mereka gunakan. Nah, mengapa mereka bisa berhasil adalah karena dukungan dari pemerintah yang sepenuhnya mendukung penerapan teknologi informasi dalam menjalankan pemerintahannya dan juga di dukung oleh sumber daya manusia sebagai teknisi atau pengembang TI tersebut yang juga adalah dari anak daerah kabupaten tersebut. Jadi, faktor keberhasilannya adalah karena dukungan anak daerah yang ingin memajukan daerahnya dengan menerapkan teknologi informasi dan juga dukungan dari pemerintah setempat, yaitu Bupatinya.

Berbalik ke situ, hal yang serupalah yang ingin di terapkan di kabupaten Tobasa sebagai kabupaten dimana Pidel berada yang didalamnya telah ada sumber daya untuk menerapkan teknologi informasi sebagai media pemerintahan dan menyediakan informasi agar semua masyarakat dapat menjangkaunya dengan mudah tanpa ada yan tertutupi. Mudah-mudahan rencana dari panitia penerapan teknopark ini di kabupaten Tobasa bisa dilakukan dalam waktu dekat, meskipun itu dimulai dengan hal-hal yang kecil dan yang pastinya itu harus melibatkan anak daerah dan semua pihak yang terlibat di dalamnya demi tercapainya Kabupaten Toba Samosir yang berbasis teknologi informasi.

Menurut saya, agar ini bisa diterapkan secara berlanjut seperti yang di Sragen, perlu adanya tim yang khusus untuk menangani ini semua yang nantinya bisa diterapkan dalam teknologi informasi. Jadi nantinya akan ada pusat dari TI yang akan mengolah setiap data dan informasi yang ada, apabila setiap pihak yang ingin mendapatkan data tinggal mengaksesnya melalui suatu media tanpa harus datang ke sumber data. Jadi keakuratan data dan data yang selalu up to date bisa terjaga. Dari pimpinan juga harus demikian, memaksakan (istilah kasarnyalah) semua staff-nya belajar untuk menggunakan komputer sebagai dasar untuk bisa menerapkan IT nantinya. Selain itu, belajar untuk menggunakan service-service yang tersedia di Internet yang mendukung pekerjaan mereka. Maka dengan itu mereka akan paham dengan apa manfaat dan kemudahan yang diberikan oleh teknologi informasi. Ini juga akan didukung dengan adanya pemebelajaran dan penerapan mengenai teknologi informasi di sekolah-sekolah yang juga merupakan bagian dari masyarakat.

Horas Martabe (Marsipature Hutanabe)!!!

Kategori:Artikel, Event, IT, Kuliah, Pidel, Tips

Penerapan Teknopark

Teknopark, suatu istilah yang baru saya dengar dan memang baru dengarlah. Istilah ini saya dapatkan kemarin sore, 11 Maret 2009 dari hasil Kuliah Umum yang dibawakan oleh Bapak Eko K.Budiarjo dan Bapak Warsito dari Jakarta mengenai Teknopark Politeknik Inormatrika Del. Beliau adalah salah satu pengajar dari Universitas Indonesia (UI) yang nantinya sebagai panitia persiapan pelaksanaan teknopark di daerah sekitar Pidel.

Meskipun sudah sore dan udah agak lumayan mengantuk, dari sini dapat saya tangkap bahwa teknopark itu adalah penerapan teknologi informasi dalam masyarakat termasuk pemerintahannya dalam menjalankan aktivitas mereka sehari-harinya, sehingga dimungkinkan pengumpulan data yang akurat dan terpusat. Akurat dan terpusat maksudnya disini bahwa setiap kegiatan yang terjadi data yang ada itu dipublish atau dipublikasikan ke masyarakat sehinggga setiap kejadian itu dapat diketahui hasilnya dan kemudahan untuk mendapatkan informasi.

Dalam presentasinya, Pak Eko memberikan contoh beberapa Kabupaten di Indonesia yang telah menerapkan teknologi informasi dalam masyarakatnya dan dalam pemerintahannya. Kabupaten tersebut adalah kabupaten Sragen di Jawa dan Kabupaten Jembrana di Bali. Mengapa mereka berhasil dengan itu???? Yah.. dari hasil penuturan beliau, bahwa suatu negara yang maju itu identik dengan teknologi mereka yang maju. Begitu juga dengan kedua kabupaten tersebut, mereka bisa berhasil adalah karena teknologi informasi yang mereka gunakan. Nah, mengapa mereka bisa berhasil adalah karena dukungan dari pemerintah yang sepenuhnya mendukung penerapan teknologi informasi dalam menjalankan pemerintahannya dan juga di dukung oleh sumber daya manusia sebagai teknisi atau pengembang TI tersebut yang juga adalah dari anak daerah kabupaten tersebut. Jadi, faktor keberhasilannya adalah karena dukungan anak daerah yang ingin memajukan daerahnya dengan menerapkan teknologi informasi dan juga dukungan dari pemerintah setempat, yaitu Bupatinya.

Berbalik ke situ, hal yang serupalah yang ingin di terapkan di kabupaten Tobasa sebagai kabupaten dimana Pidel berada yang didalamnya telah ada sumber daya untuk menerapkan teknologi informasi sebagai media pemerintahan dan menyediakan informasi agar semua masyarakat dapat menjangkaunya dengan mudah tanpa ada yan tertutupi. Mudah-mudahan rencana dari panitia penerapan teknopark ini di kabupaten Tobasa bisa dilakukan dalam waktu dekat, meskipun itu dimulai dengan hal-hal yang kecil dan yang pastinya itu harus melibatkan anak daerah dan semua pihak yang terlibat di dalamnya demi tercapainya Kabupaten Toba Samosir yang berbasis teknologi informasi.

Menurut saya, agar ini bisa diterapkan secara berlanjut seperti yang di Sragen, perlu adanya tim yang khusus untuk menangani ini semua yang nantinya bisa diterapkan dalam teknologi informasi. Jadi nantinya akan ada pusat dari TI yang akan mengolah setiap data dan informasi yang ada, apabila setiap pihak yang ingin mendapatkan data tinggal mengaksesnya melalui suatu media tanpa harus datang ke sumber data. Jadi keakuratan data dan data yang selalu up to date bisa terjaga. Dari pimpinan juga harus demikian, memaksakan (istilah kasarnyalah) semua staff-nya belajar untuk menggunakan komputer sebagai dasar untuk bisa menerapkan IT nantinya. Selain itu, belajar untuk menggunakan service-service yang tersedia di Internet yang mendukung pekerjaan mereka. Maka dengan itu mereka akan paham dengan apa manfaat dan kemudahan yang diberikan oleh teknologi informasi. Ini juga akan didukung dengan adanya pemebelajaran dan penerapan mengenai teknologi informasi di sekolah-sekolah yang juga merupakan bagian dari masyarakat.

Horas Martabe (Marsipature Hutanabe)!!!

Kategori:Artikel, Event, IT, Kuliah, Pidel, Tips

CaseTalk and Data Modeling

CaseTalk is the case-tool which enables you to create 100% conceptual models based upon elementary fact expression in natural language. End users are able to validate the model by the re-verbalising capabilities of CaseTalk. CaseTalk supports developers and database designers by transforming the conceptual model into different logical models (See also ourFCO-IM Bridge for UML class-diagrams and ER models).

Diagramming supports analysts, developers and others involved in the modelling and documenting phases. CaseTalk is founded upon a solid methodology called Fully Communication Oriented Information Modelling (FCO-IM) which is the most prominent successor of NIAM. (Also known as ORM or Object Role Modelling.)

Begitulah kira-kira deskripsi singkat mengenai CaseTalk yang memang baru saja saya kenal. Meskipun dengan perjuangan yang harus menghadiri seminar alias kuliah umum ditempat kami, PIDEL tercinta, dengan suasana hujan yang membuat diri harus berakibat mengantuk dan juga telinga yang harus peka dan menajamkannya agar mengerti apa yang diutarakan si pembicara. Mengapa tidak beliau berbicara dengan English, mau dibilang berbahasa Indonesia atau Batak, ga mungkinlah. Wong kita harus berusaha untuk menyesuaikannya.

Adapun acara kuliah umum tersebut dibagi dalam dua bagian sesuai dengan petunjuk yang ada di akademik:

Hari/Tanggal : Jumat, 27 Februari 2009
Pukul : 15.00 – 17.00
Tempat : Auditorium
Agenda : – Study in Netherlands
– Overview of Data Modelling
Speaker : Prof. Guido Bakema

Setelah itu acara akan dilanjutkan khusus untuk tingkat 3 :
Pukul : 17.00 – 19.00
Tempat : Auditorium
Agenda : Introduction to Data Modelling and Data Intensive System
Speaker : Prof. Guido Bakema

Acara seminar lumayan panjanglah, setelah sang Prof, Sir Guido Bakema yang membawakan kotbah dikebaktian jumat, acara seminar untuk dua sesi harus dibawakan beliau.

Intinya, dalam seminar tersebut, Prof. Guido Bakema dari HAN University’s Academy of Communication and Information Technology, memberikan Overview dan Introduction terhadap Data Modelling. Data Modeling yang mereka gunakan adalah pemodelan data dengan menggunakan fakta-fakta yang ada.

Jadi ini berbeda prinsipnya dari penyelesaian pemodelan yang biasa kita ketahui selama ini. Dimana yang biasanya kita harus menentukan berapa entity yang ada, atributnya, hubungan antara entity (relationship), constraint, dll, lain masih lain lagi dengan proses normalisasi pada rancangan database yang kita buat, pokoknya lumayan ribetlah apalagi untuk data yang skalanya besar.

Namun dengan CaseTalk yang memodelkan data dengan fakta-fakta yang ada, semuanya itu tidak terlalu rumit. Kita cukup mengetahui fakta yang ada dan membuatnya dalam statement. Statement inilah nanti yang akan diubah menjadi data modeling dan menjadi sintaks SQL yang nantinya bisa dijalankan pada DBMS yang kita mau. Contohnya yang dibuatkan pada presentasi sang Prof yaitu pada masalah dimana suatu bangunan memiliki beberapa lantai (floor), setiap lantai memiliki pintu masuk (emergency exit) yang berbeda-beda jumlahnya, ruangan yang dimiliki setiap lantai (room), tempat duduk (seat), dan peralatan yang ada dalam setiap ruangan. Nah, bagaimana kita memodelkan data ini dengan fakta-fakta yang ada???

“There are 2 emergency exit in first floor “, dengan fakta yang ini, maka CaseTalk akan mengubahnya dalam suatu pemodelan data dan dengan seperti itulah semua data akan dihubungkan dan menhasilkan sintaks yang SQL yang bisa kita run nantinya. Untuk detail ceritanya, nantilah dikasi tahu setelah slide presentasi beserta tutorialnya diberikan.

Pemodelan data dengan fakta yang ada tersebut merupakan Research and Competence group Data Architectures & Metadata Manageme Academy of Communication and Information Technology HAN University of Applied Sciences, Arnhem/Nijmegen, The Netherlands, sang Prof beserta team yang dia miliki. Jadi tidak salah lagi, hasil riset mereka ini diimplemtasikan dalam perusahaan penerbangan terbesar yang ada.

Oh ya… satu pelajaran lagi yang bisa diambil dari hasil presentasi Prof. Guido Bakema pada sesi awal presentasi yang menunjukkan sebagian situasi dan kehidupan di negara mereka Belanda, ternyata rasa kekeluargaan disana masih sangat tinggi.

Kategori:IT, Kampus, Kuliah, Pidel

CaseTalk and Data Modeling

Februari 27, 2009 5 komentar
CaseTalk is the case-tool which enables you to create 100% conceptual models based upon elementary fact expression in natural language. End users are able to validate the model by the re-verbalising capabilities of CaseTalk. CaseTalk supports developers and database designers by transforming the conceptual model into different logical models (See also ourFCO-IM Bridge for UML class-diagrams and ER models).

Diagramming supports analysts, developers and others involved in the modelling and documenting phases. CaseTalk is founded upon a solid methodology called Fully Communication Oriented Information Modelling (FCO-IM) which is the most prominent successor of NIAM. (Also known as ORM or Object Role Modelling.)

Begitulah kira-kira deskripsi singkat mengenai CaseTalk yang memang baru saja saya kenal. Meskipun dengan perjuangan yang harus menghadiri seminar alias kuliah umum ditempat kami, PIDEL tercinta, dengan suasana hujan yang membuat diri harus berakibat mengantuk dan juga telinga yang harus peka dan menajamkannya agar mengerti apa yang diutarakan si pembicara. Mengapa tidak beliau berbicara dengan English, mau dibilang berbahasa Indonesia atau Batak, ga mungkinlah. Wong kita harus berusaha untuk menyesuaikannya.

Adapun acara kuliah umum tersebut dibagi dalam dua bagian sesuai dengan petunjuk yang ada di akademik:

Hari/Tanggal : Jumat, 27 Februari 2009
Pukul : 15.00 – 17.00
Tempat : Auditorium
Agenda : – Study in Netherlands
– Overview of Data Modelling
Speaker : Prof. Guido Bakema

Setelah itu acara akan dilanjutkan khusus untuk tingkat 3 :
Pukul : 17.00 – 19.00
Tempat : Auditorium
Agenda : Introduction to Data Modelling and Data Intensive System
Speaker : Prof. Guido Bakema

Acara seminar lumayan panjanglah, setelah sang Prof, Sir Guido Bakema yang membawakan kotbah dikebaktian jumat, acara seminar untuk dua sesi harus dibawakan beliau.

Intinya, dalam seminar tersebut, Prof. Guido Bakema dari HAN University’s Academy of Communication and Information Technology, memberikan Overview dan Introduction terhadap Data Modelling. Data Modeling yang mereka gunakan adalah pemodelan data dengan menggunakan fakta-fakta yang ada.

Jadi ini berbeda prinsipnya dari penyelesaian pemodelan yang biasa kita ketahui selama ini. Dimana yang biasanya kita harus menentukan berapa entity yang ada, atributnya, hubungan antara entity (relationship), constraint, dll, lain masih lain lagi dengan proses normalisasi pada rancangan database yang kita buat, pokoknya lumayan ribetlah apalagi untuk data yang skalanya besar.

Namun dengan CaseTalk yang memodelkan data dengan fakta-fakta yang ada, semuanya itu tidak terlalu rumit. Kita cukup mengetahui fakta yang ada dan membuatnya dalam statement. Statement inilah nanti yang akan diubah menjadi data modeling dan menjadi sintaks SQL yang nantinya bisa dijalankan pada DBMS yang kita mau. Contohnya yang dibuatkan pada presentasi sang Prof yaitu pada masalah dimana suatu bangunan memiliki beberapa lantai (floor), setiap lantai memiliki pintu masuk (emergency exit) yang berbeda-beda jumlahnya, ruangan yang dimiliki setiap lantai (room), tempat duduk (seat), dan peralatan yang ada dalam setiap ruangan. Nah, bagaimana kita memodelkan data ini dengan fakta-fakta yang ada???

“There are 2 emergency exit in first floor “, dengan fakta yang ini, maka CaseTalk akan mengubahnya dalam suatu pemodelan data dan dengan seperti itulah semua data akan dihubungkan dan menhasilkan sintaks yang SQL yang bisa kita run nantinya. Untuk detail ceritanya, nantilah dikasi tahu setelah slide presentasi beserta tutorialnya diberikan.

Pemodelan data dengan fakta yang ada tersebut merupakan Research and Competence group Data Architectures & Metadata Manageme Academy of Communication and Information Technology HAN University of Applied Sciences, Arnhem/Nijmegen, The Netherlands, sang Prof beserta team yang dia miliki. Jadi tidak salah lagi, hasil riset mereka ini diimplemtasikan dalam perusahaan penerbangan terbesar yang ada.

Oh ya… satu pelajaran lagi yang bisa diambil dari hasil presentasi Prof. Guido Bakema pada sesi awal presentasi yang menunjukkan sebagian situasi dan kehidupan di negara mereka Belanda, ternyata rasa kekeluargaan disana masih sangat tinggi.

Kategori:IT, Kampus, Kuliah, Pidel