Beranda > Artikel, Jobs, Serba-serbi, Tips > Si Mata Merah

Si Mata Merah

Jumat yang lalu dan persislah sudah genap satu minggu, si mata merah menyambangi kediaman John Pantau (mirip nama acara yg di TV dan kebetulan lagi make nama itu di salah satu situs jejaring sosial) selama satu minggu penuh dan bahkan tinggal bersama dengan John Pantau dalam mengikuti kesehariannya. Akibat ulahnya itu, semua aktivitas John Pantau sangat terganggu dan perencanaan yang telah dibuat sebelumnya yang sudah tertata rapi tidak berjalan sama sekali. Sial makin sial, itulah yang dilakukan si mata merah, mengapa tidak? Mata John Pantau benar-benar merah dibuat dan berdarah-darah (ga sampe keluar, cuma di dalam aja masih tapi nampak darah-darahnya, mungkin anda jika melihat langsung akan merasa takut dan ngeri, termasuk John Pantau juga diawalnya) dan sialnya, dua-duanya kena.

Awal perjumpaan adalah Jumat pagi disaat John Pantau bangun pagi dan kebetulan hari itu adalah hari libur dan lumayan libur panjanglah dari kesibukan sehari-harinya dipekerjaan kantor. Karena libur, malamnya pun keluyuran tidak jelas dan hampir tidak tidur sama sekali, tetapi hanya disekitaran kamar aja. Kembali ke perjumpaan awal, disaat John Pantau bangun dan dia merasa kurang enak dengan matanya yang sebelah kiri. Rada sakit dan bengkak dan badannya pun meradang karena tidurnya tidak karuan dimalam harinya. Hal itu tidak seperti biasanya dia rasakan. Dan yang membuat apesnya lagi, lampu kamarnya mati alias pada yang penyebabnya tidak diketahui olehnya. Umur lampu itu mungkin udap genap dan tidak bisa melanjutkan kehidupannya, pikir John Pantau dalam hatinya. Terpaksalah dia harus berada dalam suasana remang-remang,

Sakit dari mata kiri membuat John Pantau ingin segera melihat ada apa dengan matanya, dengan sigap dia meraih cermin yang di atas lemarinya dan melihat mata kirinya. Merah, bengkak, dan terasa perih dan matanya penuh dengan air mata layaknya orang yang habis nangis. Untunglah masih sebelah pikir John Pantau dan dia pun tidak terlalu menggapinya dengan serius. Satu harian tersebut dia membiarkannya begitu saja tanpa ada penanganan dan mungkin karena makin parah kali dan makin perih John Pantau rasakan, maka dia mencoba mencari dan membeli obat yang bisa menghilangkan si mata merah. Dan obat tersbut masih dia pergunakan sampai sekarang untuk penyembuhan yang total.

Orang-orang di sekitar John Pantau pun mulai memberikan beragam pertanyaan dan ejekan padanya. Disaat dia menjawab, maka orang-orang akan memberikan tanggapan yang berbeda. Tanggapannya pun adalah tanggapan cerita zaman dahulu sebelum ilmu kedokteran ditemukan barangkali. “Pasti kamu suka ngintip ya…”, pasti itulah cemohan orang-orang yang dia jumpai dan selalu pasti seperti itu tanggapannya. Namun dia hanya senyum aja meskipun dalam hatinya merasa sial, ngapain ngintip-intip orang, mendingan langsung melihatnya pikirnya dalam hati. Tetapi dia berusaha untuk membuang jauh pemikiran-pemiran busuk itu. “Habis berantan tadi sama kerneknya metro mini”, itulah jawaban seloroh yang John Pantau utarakan kepada jika ada yang bersimpati melihat keadaannya dan menyakan kenapa??. Habis dia tidak tahu kenapa bisa terjadi dan tiba-tiba aja datang. Kalau dilihat dari prosesnya, penyebabnya mungkin aja akibat kegiatan yang dia lakukan beberapa akhir lalu.

Tidak hanya itu, John Pantau mencoba mencari tahu dari Internet penyebab mata merahnya karena keesokan harinya kedua matanya sudah benar-benar merah merona dan yang paling gawatnya dia ga bisa membuka kedua matanya disaat bangun pagi. Mata John Pantau lengket kayak habis dikasi lem. Parah ni pikirnya….. terpaksa dengan insting harus pergi ke kemar mandi dan menggunakn air untuk melelehkan siperekat mata tersebut. Dan ternyata tindakan yang dia lakukan tersebut adalah sangat benar, jika dia tidak melakukannya dan berusaha membuka kedua matanya dan mencongkel dengan jari-jarinya, bisa-bisa bulu-bulu matanya akan pada rontok.

Surfing di Internet dan mengetikkan kata “mata merah” di mesin pencari google dan muncullah semua hal-hal yang berbau mata merah, mulai dari penyebab, jenis, penanggulangan, dan pengalaman orang-orang yang pernah mengalaminya. Setelah membaca-baca beberapa artikel dan otak John Pantau pun mulai bekerja. Benar juga pikirnya, bahwa penyakit mata itu ada yang menular dan pengobatannya juga harus tergantung penyebabnya. Yang paling menarik John Pantau lihat dari artikel tersebut adalah penyakit mata merah yang diakibatkan virus dan hal inilah yang paling aneh dia rasakan sewaktu kecil. Masa penyakit mata bisa menular, iyalah pikirnya,,,,orang penyebabnya virus dan pasti menularlah kalau orang yang berhubungan dengannya bersentuhan dengan barang-barang yang dipake atau pernah dipegang oleh yang terkena virus mata tersebut. Maka kalau ada orang yang matanya merah ditanya, penyebabnya apa dan lainnlah kalau sengaja dikasih merah. Kalau penyebabnya virus, siap-siaplah jangan dekat-dekat sama dia beberapa saat sampai matanya itu sembuh. Sebab mata merah karena virus obatnya rada susah diobati (karena dia adalah makhluk jadi-jadian, antara benda hidup dan mati dalam pelajaran biologi) dari artikel yang saya baca dan harus menunggu kapan virusnya itu minggat dan diceraikan. Kalau karena jamur atau bakteri, tidak terlalu masalah dan aman-aman aja berhubungan dengan mereka, asal jangan memakai barang atau menyentuh barang yang pernah dia pakai.

John Pantau pun makin mendalami hal tersebut dan dia mendapatkan pengalaman dan pelajaran baru mengenai penyakit seperti ini. Kadang kita baru sadar jika kita sudah terkena dan akan berupaya mencari hal-hal yang berhungan dengannya. Disaat sebuah penyakit menyerang, penyakit lain pun sudah ikut menyerang. Intinya mari menjaga kesehatan.

Berikut beberapa link yang John Pantau berikan mengenai mata merah untuk ditempatkan di blog ini:
http://www.tanyadokteranda.com/artikel/2007/07/mata-merah-dan-kotor-tapi-penglihatan-normal
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080603072116AADEVah
http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/03/09/928/4/Tips-Kenali-dan-Atasi-Mata-Merah
http://www.klikdokter.com/illness/detail/144

  1. Maret 27, 2010 pukul 7:49 am

    bah..dah cem mana ikan yang udah busuk pra wkakwakkw :))segera dikasih insto atau obat mata yang lain pra.. tapi jika sakit berlanjut..jangan lupa hubungi pengkurak kubur kwakwkak :)) pisss

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: