Beranda > Jobs, Joke, Serba-serbi > Jangan panggil saya lagi Ibu ya….

Jangan panggil saya lagi Ibu ya….

“Jangan panggil saya lagi Ibu ya…..”

Terasa aneh dan sadis rasanya jika mendengarkan kata-kata tersebut. Serasa kita ini sudah menjadi durhaka dan melakukan hal yang sangat tidak disenangi. Dan serasa tidak ada pintu maaf lagi terbuka karena sudah mengandung kata “jangan”. Macam cerita di sinetron-netron itulah.

Tetapi cerita yang mau saya utarakan ini bukan cerita yang dimaksudkan diatas, seorang anak durhaka atau semacamnya yang diusir oleh sang Ibu dari rumahnya yang mengatakan “Jangan panggil saya lagi Ibu….”. Nah bedanya dengan kalimat pertama diatas masih mengandung kata ya…. kan dibelakangnya. Jadi bukan berarti suatu kemarahan atau semacamnyalah.

Daripada pada makin mengambang karena kata-kata yang semakin luas yang membuat tidak nyambung dan makin lari dari konteks, langsung aja ke inti ceritanya.

Cerita dan masalahnya adalah mengenai sapaan. Memanggil seseorang itu sebagai apa kadang membuat kita serba salah. Kita memanggil Ibu atau Pak kepada seseorang, namun orangnya tidak mau dipanggil dengan sebutan tersebut. Panggil saja saya dengan nama saya (maksudnya namanya langsung tanpa ada embel-embel yang lain, seperti Ibu atau Bapak atau yang lainnya), jangan panggil Ibu terasa saya ini sudah ibu-ibu dan punya anak. Iya juga pikirku dalam hati, masih muda kok dan belum nikah memang.😀

Namun sapaan itu tidak bisa saya ubah dan kadang bingung harus manggil apa. Mau manggil nama langsung agak segan dan kurang terbiasa karena dia ada diatas umuran dan berada dalam suasana kantor juga. Berapa kali sudah diperingatkan, jangan panggil itu, namun yang keluar dari mulut ini selalu keluar awalan Ibu atau Bu.

Ahh…. ga apa-apalah pikirku, tapi takutnya nanti kalo sebut nama langsung kebawa-bawa sama yang lain dan bisa bahaya. Intinya bagi saya dan cari aman, kalo dia ada diatas umuran panggil Ibu atau Bapak dan sudah berkeluarga dan yang lainnya yang menyebabkan mereka cocok disebutkan dengan sapaan tersebut, kalo memang pemandangan saya mereka cocok disebutkan dengan sapaan tersebut. Manggil Bang, Mas, Mba atau Kak, bagi mereka yang ada diatas umuran kita namun yang masih muda-muda dan belum nikah dan tidak terlalu terpaut jauh diatas kita dan memang cocok disebutkan dengan sapaan tersebut. Bagi yang seumuran langsung sebut nama aja, ga peduli, seumuran kok. Kalo penting pake istilah yang cocok disebutkan dengan mereka, seperti Lae, Bro, Bli, Lo, Kau, dkk. Untuk yang dibawah umur kita, sebut nama aja langsung atau ada embel-embelnya Dek biar aga lebih ok terasa. Cuma itu aja sih.

Namun ada juga bahayanya kadang dalam sapaan ini, kita panggil dek, padahal dia seumuran dengan kita atau umurnya diatas kita karena memang muka atau penampilannya masih adek-adek kali ya dan begitu juga sebaliknya. Tipsnya, disaat berkenalan dan berbicara usahakan untuk mengetahui apa yang cocok sapaan untuk orang tersebut.

“Suatu kebiasaan akan terasa aneh jika diubah dan kita tidak nyaman dengannya, namun kebiasaan yang diubah tersebut akan terbiasa bagi kita jika kita sudah dibiasakan dan menjadi terbiasa dengan kebiasaan tersebut”. Dan kebiasaan tersebut pasti ada hal positif dan negatifnya.

Kategori:Jobs, Joke, Serba-serbi
  1. Februari 10, 2010 pukul 4:07 pm

    jadi intinya pra…mending ditanya dulu."mau dipanggil apa? Berapa umurnya?"nah kalo dah dijawab barulah disapa lagi pra hahaah

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: