Beranda > Curhat, KP > Celoteh anak ini

Celoteh anak ini

Banyak hal yang ingin aku lakukan da yang ingin aku dapatkan, tetapi semakin banyak hal yang kupikirkan dan akhirnya tak satu pun yang terlaksana dengan baik. Andai aku melakukannya dengan baik dan pemikiran yang matang, mungkin itu tidak akan terjadi begitu apa adanya.

Apalah nanti kata orang kepada kita, jika kita berbuat seperti ini. Apalah yang akan menjadi jawaban saya akan semua pertanyaan itu, jika kamu selalu membungkam diriku akan hal tersebut. Saya ingin kamu memikirkannya, jangan karena hal tersebut aku menderita dan tertekan dan selalu dibayang-bayangi hal tersebut. Yah.. saya harap, kejadian tersebut adalah merupakan suatu kecelakaan karena kita sama-sama tidak menyadarinya.

Satu bulan sudah lewat, dua bulan sudah terlewati juga, dan hampir mendekati tiga bulan. Apakah kamu masih mengingatnya??? Namun, aku sungguh terkejut melihat perubahan yang ada dalam dirimu dan saya langsung merasa bersalah. Apakah gara-gara yang hari itu?? pikirku dalam hati. Saya mencoba ingin langsung menanyakannya kepadamu, tetapi aku takut dan gundah. Please deh…. kata batinku. Dan aku pun memberanikan diri, kok kamu berubah menjadi seperti ini???

Dengan senyummu yang manis kamu berkata seakan berbisik supaya orang sekitar tidak mendengar dan mendengarkan hal tersebut. Engkau mendekatkan mulutmu ke telingaku begitu dekat dan sangat dekat sekali dan bahkan saya bisa merakan hembusan nafasmu begitu dekat ditelingaku dan sampai menusuk jantungku begitu kencang. Aliran darahku pun makin kencang mengalir diiringi dengan denyut jantung yang tak karuan menunggu kata-kata yang keluar dari mulutmu.

“Aku lagi BAB uda satu minggu dan masuk angin lagi. Perutku kembung dan yah… akhirnya seperti ini”, dengan halus engkau bisikkan namun dengan nada yang tegas. Yah… pikirku dan aku pun terperanjat dari lamunan tidurku. Eh… ternyata aku lagi tidur nih dengan ngences yang meleleh dan bahkan jatuh beberapa tetes di atas meja kerjaku. Untunglah ga sampai membanjiri yang lainnya. Dengan sigap dan cepat, sang ngences pun diusap olehku dengan santainya dan sigap. Akupun mencium tanganku yang kena si ngences, ih…. bau banget ni ngences……..

Inilah kisah-kusih orang ini yang lagi ga tahu mau nulis apa di sini, padahal uda banyak event penting yang terlewatkan di negeri ini yang terjadi, mulai dari kerjaan, persiapan dan pembatalan kedatangan MU si setan merah, bom di kuningan akibat ulah teroris yang sangat mempengaruhi semua sendi kehidupan di negeri ini karena telah merusak nama baik nama bangsa ini yang sudah mulai tumbuh dan harum di negeri orang, presentasi di klien, tugas kantor, kp, ta, istri, anak, pacar, simpanan, tetangga, binatang peliharaan, dll. Bahkan mengurus diri aja ga sempat…. “Parah ni orang”, begitulah seluk-beluk orang ini yang saya perhatikan beberapa saat ini.

Intinya adalah…. mari kita jalani semuanya dengan senang hati meskipun dalam hati ngga.

Kategori:Curhat, KP
  1. Franky Nexus
    Juli 25, 2009 pukul 12:13 am

    betul-betul

  2. Hanif IM
    Agustus 2, 2009 pukul 6:41 am

    wah, http://backtwogreen.blogspot.com lagi curhat nih, mm,, apapun pilihanmu, tetep jalanin ajah, jangan merasa menyerah. hehe

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: