Beranda > Uncategorized > Review Pemiluku

Review Pemiluku

Pemilu yang telah dilangsungkan di negara kita, Indonesia 9 April kemarin sedang dalam tahap perhitungan suara. Rencananya dan yang saya dengar hasil akhir akan keluar satu bulan setelah itu oleh KPU. Untuk sementara yang dapat kita lihat di TV dari hasil quick count, suara terbanyak masih dipegang oleh Partai Demokrat (sekitaran 20%), diiringi partai Golkar dan PDI Perjuangan sekitaran 14% dan keduanya beda tipis dan saling kejar mengejar. Sedangkan untuk partai baru yang bertengger di sepuluh besar ada partai Gerindra dan Hanura.

Mungkin beberapa atau banyak pihak ada yang mengatakan bahwa pemilu tahun ini gagal dan banyak cacat dan ketimpangan yang terjadi dalam pelaksanaannya. Yah.. memang seperti itulah, setiap hal yang terjadi pasti ada hal-hal yang kurang, ga mungkin suatu kegiatan itu berjalan dengan sempurna.

Melihat kekurangan seperti itu, sangat enak rasanya dan mudah untuk mengungkapakan dan mengatakan hal-hal yang buruk. Mengapa demikian??? Karena pemikiran dan perhatian kita pasti langsung memandang ke hal-hal yang buruknya bukan yang baiknya. Kalau dari penglihatan dan pengamatan saya sih secara langsung, kalau cacat yang terjadi dalam pemilu itu tidak selamanya adalah karena satu pihak. Banyak faktor penyebabnya.

Salah satu yang paling fatal kita temukan adalah banyaknya suara yang gagal atau batal setelah dilakukannya penghitungan suara. Nah, ini dia yang sangat disayangkan. Ada dua hal penyebabnya, kurangnya petunjuk dari pihak pelaksana pemilu ini bagaimana melakukan pencontrengan yang benar dan yang baik. Ada berapa lembar surat suara yang perlu dicontreng dan apa beda lembar surat suara tersebut. Kalau dilihat lagi, surat suara yang paling banyak gagal adalah untuk DPD dan DPR RI. Mengapa demikian???? Inilah dia penyebab keduanya, bahwa masyarakat tidak mau tahu mengenai itu karena mereka tidak tahu dan tidak mengenal siapa yang akan mereka pilih. Jadi, mereka bahkan tidak membuka sama sekali surat suara tersebut (langsung dimasukkan) dan ada yang asal mencontreng tanpa perduli siapa itu (yang ini masih mendingan). Padahal suara untuk yang di DPR ini lah mungkin yang menjadi penentu banyak suara yang diperoleh oleh suatu partai.

Satu lagi, bahwa pemilihan yang terjadi, bukan melihat partainya lagi, tetapi sudah melihat orangnya. Mungkin yang dia sukai adalah partai X, padahal caleg yang dia kenal dan harus dukung ada di partai Y. Mungkin inilah bebrapa faktor terjadinya penyebaran suara itu kali ya.

Ini dia lagi yang paling seru dan enak dilihat. Dalam proses pencontrengan di bilik yang disediakan. Yang namanya kerahasiaan tidak bisa terjamin. Bahkan kita bisa tahu dan melihat siapa nama caleg dan partai yang dipilih oleh orang yang ada disebelah kita. Wong kertasnya lebar kali dan jarak bilik yang satu dengan yang lain hampir tidak berbatas dan hanya dibatasi dinding bilik yang tak sampai satu meter. Ada yang mencontreng, saat melibat surat suara, mungkin karena kelebaran kali ya, kelihatan siapa yang dipilihnya. Jadi istilahnya disini, kita bisa mencontek dan mungkin bisa melihat pekerjaan orang lain. Weleh…weleh..weleh….:)

Namun yang paling seru dilihat adalah saat penghitungan surat suara dari DPRD II dan I, wong ini menyangkut keluarga dan hubungan kerabat. Jadi ini sangat sensitif sekali dan karena ini adalah orang yang dekat dengan kita dan yang bisa kita lihat langsung orangnya.

Kalau mengenai keberhasilan dari pemilu kali ini saya rasa, yah.. memang berhasillah, buktinya bisa terlaksana dengan baik sampai penghitungan suara, meskipun disana-sini ada beberapa masalah. Dan itu sebagian kecil saja dan kita harus melihat lingkup besarnya. Biasanya hal yang kecil langsung dibesar-besarkan, apalagi dengan adanya media pemeritaan yang sangat sensitif dengan hal-hal seperti itu. Ada yang sedikit apa, langsung di wah kan….

Nah kita tunggulah hasil akhir dari KPU siapa-siapa saja yang akan duduk di bangku DPR dan DPD. Dan dengan itu, kita akan lanjut lagi dengan yang puncaknya, yaitu pemilihan Presiden. Moga-moga untuk pemilihan presiden nantinya lebih baik dari pemilihan caleg dan segala kekurangan yang ada bisa diperbaiki dan diatasi.

Merdeka bangsaku….
Ngomong-ngomong, uda ada berapa kira-kira ya caleg korban pemilihan caleg ini masuk RS??

Kategori:Uncategorized
  1. zee
    April 20, 2009 pukul 12:50 am

    Hmm….
    Klo yg sadar dia stress, langsung da booking di RSJ.

    Tp klo yg ga sadar utk minta pengobatan mungkin akan berakhir tragis.

  2. Jontri Pakpahan
    April 26, 2009 pukul 2:40 pm

    @zee
    yah…. kelihatannya uda macam-macam yang para caleg-caleg itu lakukan.

    ada yang dangdutan walaupun kalah, ada yang terapi ke tempat-tempat tertentu, dan RSJ mungkin penempatan trakhir.🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: