Beranda > Uncategorized > Amazing Grace

Amazing Grace

Tulisan atau puisi di bawah ini adalah puisi yang dibuat oleh teman saya Sunardo Panjaitan sewaktu dia berada dalam Rumah Sakit beberapa waktu yang lalu yaitu ketika dia menjalani operasi. Hhmm… puisi ini dia bawakan semalam ketika Panitia Natal Pidel 2008 mengadakan penggalangan dana untuk kegiatan Natal tersebut.

Puisi yang dibuat saudara Sunardo ini sungguh menyentuh hati, dan mengingatkan kita akan besarnya kasih karunia yang diberikan oleh Tuhan kepada kita dalam menjalani kehidupan kita, baik dalam suka dan duka. Ini menceritakan pengalaman hidup yang dia alami dan yang sedang dia hadapi dan itu menyangkut hidup dan mati.

Intinya puisi ini sangat menyentuh hati bagi saya, dan tidak tahu menurut teman-teman yang lainnya atau pembaca sekalian yang sedang mau dan akan membaca tulisan ini. Puisi ini saya mintakan dari saudara Sunardo dan meminta izin untuk mempublishnya di blog ini. Hidup adalah perjuangan dan tidak ada kata menyesal dalam hidup ini dan marilah kita mensyukuri kehidupan yang masih diberikan oleh-Nya kepada kita.

Untuk Sunardo, tetap semangat dan jaga kesehatan. Apapun itu, jalanilah kehidupan ini dengan say Hello World, karena dunia adalah bagian dari kita. Semoga makin sehat dan seperti sedia kalanya dan jangan lupa untuk mengucap syukur dan berdoa kepada-Nya atas nikmat yang masih diberikan kepada kita.

Here is the poem:

Amazing Grace

17 Agustus – 25 November 2008
By : Sunardo Panjaitan

Aku tulis sajak ini ketika aku kehilangan suara
Lahir dari sebentuk kata-kata
Tumbuh tegak menjadi sajak tak berima
Kutuliskan pada guratan awan
Yang melontarkan sederet tanda tanya penuh alasan

Aku tulis sajak ini ketika aku tak mampu bersuara
Lidahku keluh dan madah
aku kehilangan tenaga
dan tubuhku lemah tak berdaya
Saat hati semakin gelisah
Malam hening terasa bising

Siapakah diriku yang tak tahu maksudku
terjebak di ruangan hampa penuh tanya
tertatih ikuti seberkas sinar yang tergambar dimataku
kucoba meraih seberkas harapan yang terbaur diantara kelam jiwaku
Benar-benar jauh, tak kan dapat ku gapai
Aku paksa, tetap akan lukai diri..

Nyanyian ini sudah sering kudengar…
Rasa sakit ini sudah sering kualami…
Tapi nyayian ini terlalu berisik…
Dan beban ini terlalu menghimpit…
Menawarkan aroma yang sama..
Bau kematian yang sama…
Akankah kematian yang datang…???
Ataukah cuma ilusi???

lewat sajak ini aku bertanya
“mengapa???”
Mengapa terlalu berat beban hidupku
Ku berseru “dimana???”
Dimanakah Engkau, Tuhan???
Ku berseru “apa???”
Apa yang harus kuperbuat???

kutanyakan kepada awan
Kepada bintang gemintang…
Kepada senja remang…
Kepada rumpun ilalang…

Tak ada jawaban memang,

Sementara suara serakku memanggil nama-Mu
Yang tak terungkapkan pada sebuah simfoni…doa.

Apakah Engkau mendengarkannya ???

jika dengan rasa sakit ini aku semakin bersyukur
dan semakin dekat dengan-MU..,
maka penuhilah hidupku dengan rasa sakit ini.
Jika pun aku harus mati…
Aku ingin mati dengan senyum kemenangan…
Aku tidak takut lagi….
Aku sudah siap…

Mati muda memang sungguh tak mengenakkan
Katanya….
Masih banyak yang perlu kita perjuangkan…
Kita pertaruhkan…
Masih banyak mimpi yang harus kita raih…
Tapi aku sudah puas dengan apa yang Kau berikan…
aku sangat bersyukur atas semua kemurahan-Mu..
Tawa canda, derai tangis……
Itu semua adalah bagian dari kehidupan….
Pahit manis hidup….
Kesuksesan dan kegagalan….
Sebagian sudah kualami….

Terima kasih atas kesempatan yang telah Kau berikan kepadaku…
Aku tidak takut lagi menghadapi kematian….
Manusia lahir, tumbuh , toh….akhirnya mati juga….
Segala sesuatu mempunyai akhir….selain Engkau…
Aku akan tersenyum menghadapinya…
Karena kematian adalah kehidupan selanjutnya…
Kematian adalah anugrah-Mu

Hanya saja aku akan merasa sangat bersalah…
Aku belum berbuat apa-apa bagi kemuliaan nama-Mu…..
Aku penuh dosa….
Disengaja maupun tidak kusengaja…
Dosa pikiran maupun dosa perbuatan..
Aku tak bisa memenuhi harapan mereka…
Aku tak bisa membalas kepercayaan mereka kepadaku..

Jika aku mati..
Aku memohon kemurahan-Mu…
Ampuni aku atas hidupku….
Tuliskan namaku dalam Kitab Kehidupan..

I Believe You never let me go so far.
Your Love Has No Ending.

Tuhan….Aku berserah kepada-Mu…

Amazing Grace, how sweet the sound,
That saved a wretch like me….
I once was lost but now I’m found,
Was blind, but now, I see.

:):):)

Kategori:Uncategorized
  1. reallylife
    Desember 3, 2008 pukul 11:25 pm

    ;;)
    iya sebentar lagi natal ya
    btw kunjungi bloggersumut.net ya ada yang perlu di baca di kolom agenda

  2. zee
    Desember 5, 2008 pukul 3:50 am

    Saya ga begitu ngerti soal puisi…
    apalagi klo udah panjang banged. Lbh cocok dijadikan lirik aja…🙂

  3. Jontri Pakpahan
    Desember 5, 2008 pukul 6:08 am

    @reallylife
    ok bang..makasih atas kunjungannya…😀

    @zee
    hmmm…iya juga sih…
    tapi itu adalah ungkapan hati dari kawan saya tersebut.😉

  4. thegands
    Desember 10, 2008 pukul 7:38 am

    Benar2 menyentuh…..
    jujur kukatakan, ini lah puisi pertama yang benar2 mengena di hatiku..

    gimana kabar si sunardo sekarang? dia udah sehat? klo bisa kirimkan lah dulu nomor si sunardo samaku bro.. emailku ganda.manurung@gmail.com

    thanx ya bro… thanx karena telah memposting puisi ini… I never read a super duper great poem like here before…. thanx…..

  5. Jontri Pakpahan
    Desember 11, 2008 pukul 1:51 pm

    @thegands
    ok bro…
    makasih buat kunjungannya..
    saya kasih pun nanti…😀

  6. pebby_go
    Desember 15, 2008 pukul 9:43 am

    Saya mungkin ga bisa 100% rasa'in kondisi Sunardo saat ini, tp saya yakin pasti banyak pergumulan yang ia alami n banyak tetesan air mata yang Sunardo cucurkan..
    Apalagi dalam keadaan ga berdaya seperti sekarang..
    Sunardo, tetep semangat ya.. jangan nyerah apapun kondisi kamu.. kamu ga sendiri.. walo semua orang ninggal'in kamu, Ia ga pernah ninggal'in kamu sendiri..
    –> Jontri, titip salam buat Sunardo ya.. GBU

    http://abrandkadabra.blogspot.com/

  7. Jontri Pakpahan
    Desember 21, 2008 pukul 4:22 pm

    @pebby_go
    sama-sama mas…
    trimakasih atas empatinya buat bung Sunardo.
    mudah-mudahan suatau saat dia akan membacanya.😐

  8. Agustus 16, 2011 pukul 9:01 pm

    hmmm…tadi saya mengunjungi blog2 rekan2 06…..(dan ternyata udah banyak yang gak update :D)…
    baru baca ini lae Jontri…..
    Thanks ya…
    buat yang lain juga …thank u very much…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: