Beranda > Uncategorized > MENYAMBUT SEABAD KEBANGKITAN NASIONAL

MENYAMBUT SEABAD KEBANGKITAN NASIONAL

body { font-family: ‘Times New Roman’; font-size: 12pt; color: #000000}

Ini merupakan pendapat kawanku yang lagi kuliah di bidang Hukum di Unpad mengenai kehidupan bangsa Indonesia kita ini dengan menyambut Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei ini yang aku dapat dari milis. Ini dia…sori ya kwan kalo aku caplok opinimu??? Peace Ok….

MENYAMBUT SEABAD KEBANGKITAN NASIONAL

by SINURAT MEKAR.

Semenjak Negara Indonesia merdeka (“bebas”), banyak lika-liku sejarah yang dilewati dan bahkan hampir terlewatkan begitu saja tanpa ada evaluasi atau koreksi akan kejadian yang terjadi. Para pemimpin Negara ini hanya mementingkan kepentingan kelompoknya saja atau pribadinya sendiri tanpa menaruh kepedulian yang lebih kepada rakyat yang kini menderita oleh karena ulah mereka yang tidak berpihak kepada rakyatnya sendiri. Kebijakan-kebijakan yang kini timbul cenderung menguntungkan para investor-investor asing dan mengabaikan nasib rakyat dengan harapan bahwa kebijakan yang ada akan membuat bangsa ini lebih baik. Dan memang ternyata benar, harapan tinggal harapan tanpa kita tahu kapan harapan itu akan terwujud menjadi sebuah kenyataan yang boleh dinikmati bersama oleh seluruh umat Indonesia.

Mungkin para pelopor bangsa ini tidak cukup jika hanya menangis melihat kondisi bangsa sekarang yang semakin terpuruk tapi mereka akan marah besar dan bahkan akan mencampakkan indonesianer-indonesianer yang tidak berbuat apa-apa terhadap bangsa, yang justru merusak citra murni bangsa ini. Padahal mereka berharap kita para generasi penerus dapat meneruskan perjuangan mereka dengan mengisi kemerdekaan yang telah diwariskan kepada kita yang tidak seberat beban mereka dalam mencapai kemerdekaan itu sendiri.

Seiring dengan Menyambut seabad Kebangkitan Nasional, maka sudah seharusnya kita mengembalikan roh bangsa ini pada wujudnya sebab kita telah lama kehilangan roh tersebut. Rasa nasionalisme, patriotisme, kegotong-royongan, musyawarah mufakat, toleransi, sopan, ramah-tamah, dan banyak lagi roh yang harus kita gali.

Budaya korupsi (terlepas setuju atau tidak) adalah bukan roh bangsa kita, tapi mengapa justru korupsi itu yang mengakar kuat di bangsa ini? Dimana letak mental bangsa kita? Apakah kita semua bermental tempe? Apakah kita sudah buta akan kebajikan? Apakah kita harus merugikan orang lain demi keuntungan pribadi? Apakah kita harus terus didikte oleh Negara sebelah? Apakah kita terus bertahan dengan kondisi demikian?

Masih segar diingatan kita masing-masing akan lirik lagu “tongkat ditanam jadi bambu” karya Koes Plus. Artinya negeri ini amat subur, banyak potensi Sumber Daya Alam yang bisa kita manfaatkan demi kesejahteraan bersama. Tapi kenyataan Sumber Daya Manusia kita tidak mendukung. Saya yakin bukan manusia (secara inteligensia) yang bodoh karena dibeberapa ajang olimpiade Internasional Negara Indonesia tidak kalah saing tapi manusia Indonesia saja yang malas dan tidak mau berusaha. Indonesianer-indonesianer yang mempunyai kemampuan ilmu pada kenyataan justru mengabdi di Negara lain dengan alasan gaji atau penghasilan yang mereka peroleh di  luar jauh lebih besar dan banyak fasilitas yang mereka dapatkan. Di lain sisi pemerintah kita tidak menaruh perhatian yang serius kepada anak bangsa yang berprestasi. Anak bangsa yang memperoleh prestasi di dunia Internasional baik di bidang olahraga, akademis, sains dan tekhnologi, budaya dan bidang lainnya ternyata tidak diakomodir oleh pemerintah sehingga mereka bisa meningkatkan prestasinya. Atau yang paling ngeri justru Negara lain yang membiayai dan kontraknya harus bekerja untuk dan atas nama Negara mereka juga. Sungguh malu kita akan kejadian tersebut.

Apakah kita harus sepakat dengan judul sebuah buku “INDONESIA BUBAR”. Sungguh sangat ironis perjalanan bangsa ini. Sampai-sampai ada anak bangsa yang berpikiran demikian, yang tidak yakin lagi akan kondisi bangsanya sendiri. Memang semua fakta yang dijabarkan benar adanya dan akurat, tapi haruskah demikian?

Mari berpikir, bersikap, dan berkarya buat bangsa tercinta ini. Karena bangsa ini adalah milik kita bersama, jangan biarkan hanya mereka-mereka saja yang menjamah dan mengobok-obok. Tapi kita juga harus ikut menaruh goresan indah dalam sejarah kelak.


SALAM PERJUANGAN

 


Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: